Kamis, 23 Oktober 2008

Remaja Dikepung ‘Hantu’

gaulislamedisi 038/tahun I (11 Rajab 1429 H/14 Juli 2008)




Eit, bukan maksudnya remaja dikepung hantu betulan, tapi dikepung film-film hantu. Sebut saja di Planet Hollywood, pertengahan November 2006, menjelma menjadi Planet Hantu. Pemutaran perdana film Bangku Kosong diisi dengan belasan remaja berseragam sekolah yang berambut acak-acakan dan dengan celak tebal. Mereka memasang wajah yang bermaksud seram, tapi malah jadi lucu.


Di luar bioskop, sebuah mobil ambulans menunggu. Mobil ini dilengkapi dengan tim paramedis segala. Tim tersebut bertugas merawat penonton yang, siapa tahu, "terguncang" setelah menonton film horor garapan sutradara Helfi Ch. Kardir itu.


Film horor Bangku Kosong adalah salah satu film horor buatan anak negeri. Seperti bisa kamu liat di berbagai bioskop, film-film Indonesia dipenuhi dengan hantu. Sepanjang tahun 2007 saja diproduksi 30 film horor, sedangkan tahun 2006 'hanya' sekitar 20 judul. Mungkin kamu pernah ngelirik poster film-film hantu lokal seperti Tali Pocong Perawan, Tiren (Mati Kemaren), Pulau Hantu 2, Sumpah Pocong Di Sekolah, Hantu Perawan Jeruk Purut, dsb. Tahun-tahun sebelumnya kita ditakut-takutin dengan film Terowongan Casablanca, Hantu Jeruk Purut, Pocong, Kuntilanak, Pulau Hantu dan kawan-kawannya. Semuanya konon laris manis ditonton banyak orang. Temanya apa? Pokoke semua tentang hantu dan syaithon. Hiii…!




Kenapa harus hantu?


Kalo dulu kita lebih kenal en 'akrab' ama hantu impor macam Vampire or Dracula, Zombie, Frankenstein, Mummy, Vampire Mandarin, kini kawula muda mungkin lebih akrab ama yang namanya Hantu Jeruk Purut en Suster Ngesot. Khusus Suster Ngesot kayaknya fenomenal banget dan udah jadi ikon perhantuan di tanah air setelah Kuntilanak.


Mengorbitnya hantu-hantu lokal nggak lepas dari makin semangatnya para sineas lokal untuk memproduksi film horor made in Indonesia. Nggak cuma dimunculin ikon-ikon baru seperti Suster Ngesot ama hantu bocah botak di film Jelangkung, tapi para sineas lokal juga menggali lagi hantu-hantu lawas seperti Kuntilanak, Genderuwo dan Pocong.


Hantu-hantu yang bermunculan di layar bioskop - juga layar televisi - bisa dibilang sebagai kebangkitan film nasional. Setelah para sineas lokal terpuruk dan babak belur dihajar film-film Hollywood, Bollywood juga Mandarin, dunia perfilman Indonesia bernafas lagi. Adalah film Jelangkung garapan sutradara Rizal Mantovani & Jose Purnomo yang mengawali kebangkitan film nasional…dan film hantu, pastinya. Film itu konon ditonton oleh 1,2 juta orang.


Setelah itu, berbagai film-film ber-genre horor dibuat. Sebut saja Tusuk Jelangkung garapan Dimas Jayadiningrat, Kafir karya Sujiwo Tejo, Rumah Pondok Indah, Lentera Merah, Kuntilanak, Lawang Sewu, Pocong, Pulau Hantu, Suster Ngesot, Lewat Tengah Malam, Lantai 13, dsb. Menurut catatan media massa, film-film itu laris manis tanjung kimpul! Rata-rata film horor ditonton sampai setengah juta penonton. Salah satu film hantu yang paling rame ditonton adalah Kuntilanak garapan sutradara Rizal Mantovani yang ditonton oleh 1,5 juta penonton.


Ternyata, film-film horor Indonesia dan hantu-hantu lokalnya juga disukai di negeri jiran Malaysia. "Film `Beranak Dalam Kubur` sukses karena kami menerima pendapatan sebesar 250.000 ringgit (Rp 725 juta) setelah diputar satu bulan di bioskop Kuala Lumpur dan Lembah Klang. Baru satu minggu diputar, kami pun mendapat pemasukan 40.000 ringgit (Rp 116 juta)," kata juru bicara Sendi Mutiara Sdn Bhd, Dankerina, di Kuala Lumpur, Kamis, 26/6-2008.


Sendi Mutiara terhitung perusahaan yang meraih sukses besar setelah mengedarkan film-film Indonesia, terutama film-film hantu. "Yang paling sukses adalah ketika kami mengedarkan film Pocong 2 dan Pocong 3," kata Dankerina, pada acara preview film "Hantu Jembatan Ancol" di TGV, Suria KLCC. Film "Hantu Jembatan Ancol" akan mulai beredar di bioskop papan atas Kuala Lumpur dan Lembah Klang, pada Kamis 3 Juli 2008.


Nah, soal keuntungan itulah yang bikin produser dan sineas tanah air semanget 45 nakut-nakutin penonton. Rumah Pondok Indah yang diputar pada awal tahun 2007, misalnya, mencatat jumlah 700 ribu penonton; Lentera Merah yang disutradarai Hanung Bramantyo ditonton 300 ribu orang; Hantu Jeruk Purut karya Koya Pagayo alias Nayato Fio Nuala meraih 790 ribu penonton; Pocong 2 garapan Rudi Soedjarwo meraup 813 ribu penonton pada pemutaran hari ke-26. Sejauh ini, film horor yang berhasil meraup penonton tertinggi adalah film Rizal Mantovani, Kuntilanak, yang menembus angka 1,5 juta penonton! Jika harga tiket bioskop dihitung rata-rata Rp 20 ribu, Kuntilanak telah memperoleh pendapatan kotor Rp 30 miliar.


Padahal, katanya, biaya pembuatan film-film horor nggak semahal film drama apalagi action. Lokasi pengambilan gambar nggak banyak, pemainnya juga yang baru-baru sehingga bisa dibayar lebih murah (kebanyakan pemain top ogah main dalam film horor). Makanya, bikin film horor cukup dengan duit Rp 1,7 miliar. Sementara keuntungan yang diraih terbilang gede. Kalo sudah bisa menyedot 300 ribu penonton aja, maka udah dipastikan balik modal.


Emang, yang namanya film horor, udah sedari dulu menyedot banyak penonton. Indonesia punya sejarah panjang seputar film-film horor. Menurut catatan dunia perfilman, film seram yang pertama kali dibuat adalah Doea Siloeman Oelar Poeti yang disutradarai The Teng Cun pada tahun 1932. pada tahun-tahun itu dunia perfilman nasional banyak diisi hantu-hantu legenda Cina.


Barulah di tahun 1970-an, banyak dibikin film horor dengan hantu lokal, dengan salah satu ikonnya; Suzanna. Sebut aja film Beranak Dalam Kubur yang legendaris itu.


Terus muncul juga film laris Si Manis Jembatan Ancol (1973), yang dibintangi Lenny Marlina dan Farouk Afero, Setan Kuburan (1975) karya sutradara Daeng Harris.


Periode berikutnya, film-film horor tren ditambah dengan adegan seks. Misalnya Yurike Prastika lewat Pembalasan Ratu Laut Selatan (1989) yang kontroversial itu. Film ini meraih 500 ribu penonton, sebuah jumlah yang amat tinggi waktu itu. Film yang laris pada dasawarsa ini antara lain Nyi Blorong (1982), yang membukukan 354 ribu penonton, Nyi Ageng Ratu Pemikat (1985, 236 ribu penonton), Petualangan Cinta Nyi Blorong (1987, 290 ribu), Malam Satu Suro (1988, 290 ribu), dan Santet (1989, 352 ribu). Jumlah penonton 100 ribu ke atas sudah tergolong laris saat itu.




Bermutu nggak?


Okelah film-film horor itu sukses ngeruk keuntungan dari penonton, tapi sebenarnya sukses nggak sih bikin penonton jadi ngacir alias takut? Alias gimana sih mutu film-film itu?


"Hantunya sih nggak seram, tapi musiknya itu yang bikin kaget," katanya Merry, 26 tahun, Account Support Executive Nuskin Indonesia. Merry telah menonton Jelangkung, Kuntilanak, dan Bangku Kosong.


Kembali pada bagian awal tulisan ini, yang film Bangku Kosong diputar di Planet Hollywood, ternyata bukannya bikin seram tapi malah bikin banyak remaja yang nonton pada cekikikan. Ketawa-ketiwi. Nggak ada penonton yang pingsan sama sekali. Lho, ini film horor atau film humor? Ambulan yang udah disiapin produsernya pun nongkrong aja nggak terpakai.


Seorang pengamat film bahkan berkomentar, "Kalau nonton film-film horor sekarang, merindingnya hanya sebentar. Tetapi kalau memutar kembali film-film yang dibintangi Suzanna, rasanya bulu kuduk ini tak mau tidur lagi."


Yup, kudu jujur, kalo secara kualitas, film-film itu kalah kelas. Ini diakui ama Shanker, produser Hantu Jeruk Purut dan Panggil Namaku XXX (2005). Ia nggak ambil pusing dengan kritik pedas soal mutu film horor. Alasannya apa lagi kalo bukan keuntungan. "Sekarang coba lihat berapa film drama yang bisa menembus satu juta penonton dalam satu tahun?" tanyanya. Jadi ini persoalan duit, bukan yang lain. Kalo yang biasa-biasa aja udah laku keras ngapain bikin yang mahal.


Film Rumah Pondok Indah, melalui posternya, bahkan terang-terangan menulis begini; "Cuma buat penggemar film sampah,". Alamak!




Jaga akidah



But, buat kita, Bro en Sis, yang kudu dicermati bukan masalah itu film syerem atau malah bikin ngakak. Mau hantunya baru atau jadul (jaman dulu) kagak ngaruh. Mau suster ngesot atau dokter ngerangkak, maupun kuntilanak, kagak usah dipikirin. Tapi yang kita kudu jaga adalah ketahanan akidah kita.


Film-film seperti itu kan dibuat dari imajinasi alias tahayul. Bentuk para hantu seperti pocong, genderuwo, suster ngesot, dkk., adalah rekaan manusia. Nggak ada catatan resmi apalagi yang disahkan menurut al-Quran dan as-Sunah tentang bentuk-bentuk setan, meski mereka emang bisa mengubah wujud dalam aneka rupa. So, maraknya sinema horor dikhawatirkan bikin orang jatuh pada tahayul alias superstisi.


Begitupula cerita bahwa ada setan yang baik dan suka menolong manusia seperti Casper atau Constantine yang diperankan Keanu Reeves, ataupun Spawn. Mana ada setan bertugas membasmi kejahatan. Kok setan ngelawan setan?


Dalam al-Quran, Allah menjelaskan bahwa ada sejumlah mahluk gaib; yakni malaikat, jin dan iblis. Adapun malaikat adalah mahluk yang selalu taat pada Allah. Sedangkan iblis, Allah sudah kabarkan pada kita bahwa ia punya misi menyesatkan umat manusia. FirmanNya:



قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ. إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ



"Iblis berkata, 'Ya Rabb, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas di antara mereka.'" (QS al-Hijr [15]: 39-40)


Dalam menjalankan tugasnya ini, iblis merekrut sejumlah anak buah dari golongan jin dan manusia. Mereka itulah yang dinamakan syetan. Seperti yang tercantum dalam surat an-Naas: "Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia." (QS an-Naas [114]: 4-6)


Sedangkan jin adalah mahluk gaib yang diciptakan dari api yang sangat panas. Seperti halnya manusia, bangsa jin juga ditaklif oleh Allah untuk taat pada perintahNya. firmanNya:"Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu," (QS adz-Dzaariyaat [51]: 56)


Perlu kamu ketahui, manusia tidak mampu melihat rupa jin yang aslinya, kecuali jika mereka mendatangi manusia dalam rupa yang lainnya. Misalnya, di jaman Nabi saw., salah seorang sahabat, Abu Hurairah ra., pernah didatangi jin yang hendak menipunya, tapi kemudian Nabi saw. memberikan nasihat kepada Abu Hurairah. Akhirnya jin itu malah mengajarkannya ayat Qursiy (lihat hadits Imam Bukhari no. 2311-red.). So, bisa aja jin muncul ke hadapan kita (hiii…na'uzubillahi min dzalik!) dalam rupa orang yang sudah meninggal, kyai, binatang, bahkan mahluk menyeramkan seperti kuntilanak, genderuwo, pocong, dsb.


Buat kita neh, iblis dan syetan jelas musuh yang nyata. Pantang umat Islam jadi anak buah mereka. Begitu pula nggak pada tempatnya untuk takut. Karena iblis dan syetan adalah musuh yang nyata yang kudu diperangi oleh orang beriman. Yang diperangi di sini bukan seperti digambarkan dalam film-film yaitu dihancurkan oleh Ghostbuster atau program acara Pemburu Hantu yang pernah ada di sebuah stasiun televisi swasta, tapi menjauhkan diri dari godaan mereka. Karena mereka udah pasti akan mencari cara untuk menyesatkan kaum beriman.


Allah Swt. berfirman:



وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الأَمْوَالِ وَالأَوْلادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُورًا



"Dan hasutlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka (umat manusia) dengan bujukanmu, dan kerahkanlah kepada mereka pasukan berkudamu dan pasukanmu yang berjalan kaki dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan berjanjilah kepada mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka." (QS al-Isra 17]: 64)


Permusuhan kita pada iblis dan syetan adalah dengan taat pada Allah. Kita laksanakan syariat Islam di muka bumi, di bawah naungan negara yang menerapkan Islam sebagai ideologinya, yakni Khilafah Islamiyah. Itulah tanda perlawanan kepada mereka. Tapi kalo sekadar ngerapalin mantera, tapi kemudian aturan Allah nggak kita taati-juga nggak mau atau bahkan menolak dakwah untuk menegakkan syariat Islam di muka bumi ini--itu artinya kita kalah en tunduk pada iblis dan syetan. Nah, moga-moga kita bisa menjadi pembasmi hantu yang sesungguhnya, yakni taat pada Allah dan RasulNya en siap memperjuangkan kalimatullah. Allahu Akbar! Usir Iblis! [iwan januar]

Rabu, 22 Oktober 2008

Lulus Sekolah, Lalu Ngapain?

gaulislamedisi 037/tahun I (4 Rajab 1429 H/7 Juli 2008)




Tahun ajaran baru segera dimulai. Tahun ajaran lama udah kita tinggalin. Bagi kamu yang masih tercatat sebagai siswa sih tentunya berharap tahun ajaran baru ini membawa perubahan baru. Tentu ke arah yang lebih baik. Tapi buat kamu yang udah lulus SMA dan nggak nerusin ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kayaknya rada nyantai dikit deh (atau malah always nyantai?). Iya, dibilang nyantai tuh karena nggak perlu mikirin lagi pelajaran kimia yang konon kabarnya bikin ubun-ubun ngebul, nggak ada lagi pelajaran fisika yang bisa bikin rambut jadi ubanan (idih hiperbolis banget! Ngarang deh lo!). Selamat tinggal pelajaran matematika yang bikin nggak karuan, maklum kata Ucup Kelik, matematika tuh akronim dari makin tekun makin tidak karuan. Pokoknya bebas lepas sesuka kamu mau ngapain aja. Tapi apa iya sebebas itu? Merasa bebas karena nggak belajar lagi? Idih, jadi selama ini kamu belajar di sekolah merasa terbebani dong? Nggak enjoy. Betul nggak?


Bro en Sis, sebenarnya kita sekolah bertahun-tahun sejak TK sampe lulus SMA itu isinya emang penuh dengan belajar. Selain belajar bidang akademik untuk ilmu umum dan ilmu agama, juga kita belajar berteman, belajar bergaul dengan kalangan manapun, belajar untuk saling menghargai dan menghormati dengan sesama komunitas tempat kita gaul, siap untuk terinspirasi oleh orang lain, sekaligus siap menjadi inspirasi bagi orang lain. Itulah hidup, Bro. Itulah makna belajar. Sekolah sebenarnya hanya satu cara kita belajar secara formal. Status kita sebagai pembelajar diakui oleh lembaga tertentu, belajar di tempat tertentu, mengenakan seragam tertentu, ada standar penilaian tertentu pula, serta kalo lulus memiliki surat tanda bukti tamat belajar alias ijazah.


Selasa, 21 Oktober 2008

Muslimah Hebat Dambaan Umat

gaulislamedisi 036/tahun I (26 Jumadits Tsaaniy 1429 H/30 Juni 2008)




Menjadi perempuan adalah anugrah. Menjadi perempuan yang beriman dan berislam, itu jauh lebih indah lagi. Mau tahu kenapa? Karena menjadi perempuan muslimah itu merupakan sebuah berkah yang tidak dialami oleh semua perempuan di dunia. Dan berkah ini akan menjadi lebih sempurna ketika sebagai muslimah, kita menyadari akan keistimewaan ini. Kenapa bisa begitu? Karena ternyata di luar sana, banyak banget mereka yang mengaku dirinya muslimah namun masih bingung dengan jati dirinya sendiri. Mereka akhirnya berusaha mencari jawaban kebingungan itu dengan mengambil jalan lain yang nggak ada benernya sama sekali.


Jalan lain ini seringnya sok menjadi pahlawan kesiangan bagi perempuan sehingga seakan-akan perempuan sendiri merasa diistimewakan. Salah satunya adalah ide feminisme yang (katanya) memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Tapi muslimah cerdas nggak bakal dong terjebak dengan ide yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam ini. Sebab, bukannya menjadi mulia, feminisme justru membawa perempuan kepada keterpurukan yang makin parah dalam semua sendi kehidupan (tema ini akan dibahas khusus di edisi berikutnya, insya Allah).


Trus, gimana dong supaya kamu, saya, dan kita semua bisa menjadi perempuan mulia dan hebat dunia-akhirat? Pasti dong ada langkah-langkah jitu untuk mencapainya. Ikuti terus yuk bahasannya.


Senin, 20 Oktober 2008

Cewek Tapi Preman

gaulislamedisi 035/tahun I (19 Jumadits Tsaaniy 1429 H/23 Juni 2008)





Do you know Gang Nero? Yup, kelompok gank anak cewek ini ngedadak jadi terkenal gara-gara rekaman video berisi aksi mereka "mempermak" sesama anak cewek tersebar luas di internet dan juga ditayangkan di beberapa stasiun televisi. Kalo celana jeans dipermak, jadi bagus. Lha, kalo wajah orang dipermak? Bonyok, Bro!


Nama gank-nya aja serem banget: Nero. Ini sama dengan nama kaisar kelima Roma: Nero (hidup antara 37-68 SM) yang pernah bikin geger karena membakar hampir 2/3 kota Roma pada tahun 64 SM. Oya, karena urusan bakar-membakar ini, akhirnya ada juga yang bikin software untuk burning CD/DVD dengan nama Nero. Lho, kok jadi ngelantur? Hehehe...


Nah, kembali ke soal Gank Nero yang anggotanya cewek semua ini, ternyata keberadaan gank ini semula adalah merupakan komunitas pecinta bola basket di kalangan remaja. Eh, tapi lama kelamaan ternyata berubah tujuan dan fungsinya. Malah ngandelin aksi kekerasan. Mengutip pernyataan sebuah sumber di daerah Pati, tempat gank ini hidup, Nero itu ternyata akronim dari: "Neko-neko, keroyok!". Artinya, kalo ada yang neko-neko alias macam-macam dengan anggota gank Nero, pastinya bakalan dikeroyok. Yee.. beraninya keroyokan!



So, jangan heran kalo dalam rekaman video yang tersebar luas sampe ke mancanegara (maklum, udah nangkring di situs penyimpan video: You Tube), digambarkan Gank Nero sedang memelonco seorang cewek juga. Disuruh hormat kepada Gank Nero, tapi ya sambil dipukuli kepala dan wajahnya. Wis, pokoke sadis banget! Idih, cewek kok preman gitu ya? Hmm.. nggak asyik banget!




Kok milih jadi galak?


Aksi kekerasan yang dilakukan anak sekolah bukan cuma milik Gank Nero dari Pati, Jawa Tengah. Kalo kamu masih inget tulisan di gaulislam edisi 005 yang bahas tentang gang anak sekolah, maka sebenarnya aksi model gini udah lama terjadi. Sekadar ngingetin aja, bahwa banyak gank yang terkenal gara-gara aksinya yang kebablasan. Sebut aja gank Gazper di SMA 34 Jakarta yang pernah bikin heboh, juga ada di SMA 112 Jakarta dengan nama gank Black & White. Kalo mau dirunut kayaknya selain nama-nama itu juga banyak banget.


Sudah jadi rahasia umum kalo anak-anak sekolah udah nge-gank alias bikin gank. Dari yang sekadar seneng-seneng aja kumpul bareng teman-teman yang satu hobi, sampe yang bikin gank untuk kekerasan. Di kampung saya nun jauh dari kota, pernah ada gank anak muda dengan nama Jibril. Waduh, tuh nama malaikat dibawa-bawa. Ternyata, itu akronim dari Jiwa Berandal Ingat Ilahi. Halah! Ada-ada aja. Aktivitasnya ya nggak jauh dari mabok-mabokan. Tapi mereka ngakunya masih ingat sama Allah. Buktinya, mereka katanya juga rajin sholat, minimal shalat jumat. Waduh!


Bro, aksi Gank Nero ini jujur aja bikin kaget, karena biasanya yang galak-galak itu cowok, ini kok malah cewek. Apa merela terinspirasi dari trio Charlie's Angels? Aksi tiga cewek jagoan yang perkasa dalam menumpas kejahatan itu? Nggak tahu juga. Tapi terlepas dari asumsi bahwa mereka terinspirasi dari tayangan televisi atau melihat aksi teman-temannya di dunia gank lain, yang jelas aksi itu nggak bisa ditolerir.


Ini memang memprihatinkan, seharusnya mereka berkumpul dan berinteraksi dalam sebuah kelompok yang bisa memberikan manfaat bagi dirinya maupun orang lain. Mungkin bisa bikin gank bernama KIR alias Kelompok Ilmiah Remaja, atau mungkin bikin gank MARBOT alias Markas Bocah Takwa. So, gank model ini insya Allah ada manfaatnya karena mengedepankan okol (akal) dan juga akhlak ketimbang nunjukkin kekuatan otot.


Gank Nero asal Pati ini kayaknya perlu diteliti lebih lanjut, mengapa mereka mau nekat ngelakuin aksi kekerasan kepada sesama pelajar lainnya. Apakah mereka korban dari maraknya budaya kekerasan yang ditampilin media massa, baik cetak maupun elektronik? Memang dilematis sih bagi pengelola media. Di satu sisi ingin memberitakan kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat, tapi di sisi lain, dampak publikasi kasus itu bisa saja menjadi inspirasi bagi kalangan tertentu. Bahaya banget kan? Tentu, kalo tanpa ada penjelasan yang menilai baik-buruk suatu kasus yang diberitakan oleh media massa tersebut.




Banyak ruginya!


Emangnya kalo memelonco kudu dengan aksi fisik? Apalagi menjadi keharusan untuk main tampar dan main tonjok kepada pihak yang sedang diplonco. Oya, sebenarnya bukan sedang memelonco, adakalanya memang tuntutan tugasnya begitu rupa. Artinya senang bikin bullying gitu. Wah, bahaya banget tuh!


Seorang Muslim yang melakukan penyerangan atau membunuh sesama Muslim tanpa ada alasan yang dibolehkan oleh syara' (aturan Islam) adalah berdosa. Firman Allah Swt.:



مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا



"Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya." (QS al-Mâidah [5]: 32)


Bro en Sis, inget juga lho bahwa Allah Swt. bakalan minta pertanggungjawaban kita atas apa yang kita lakukan. Nggak bisa bebas gitu aja. Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala pasti akan menyiksa pula orang-orang yang melakukan penyiksaan di dunia." (HR Muslim)


Dalam hadist lain, Rasulullah saw. bersabda: "Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya, dengan tidak mendzaliminya, tidak mengecewakannya, tidak membohonginya, dan tidak merendahkannya. Letak takwa ada di sini (Nabi saw. menunjuk ke dada beliau, sampai diulang tiga kali).Seorang patut dinilai buruk bila merendahkan saudaranya yang muslim. Seorang muslim haram menumpahkan darah, merampas harta, dan menodai kehormatan muslim lainnya" (HR Muslim)


Kalo ada yang masih petantang-petenteng dan merendahkan serta menganiaya orang lain, segera sadar deh. Sebab, Allah Ta'ala nggak bakalan salah mengkalkulasi amalan kita. So, kepada seluruh kru Gank Nero, dan juga gank lainnya yang masih suka bikin onar, yuk kita tobat. Lagian, ngapain sih nunjukkin kekuatan kalo niat dan perbuatannya ternyata bikin sakit orang, bikin takut orang. Iya nggak sih? Jadi, nggak ada untungnya, yang ada justru banyak ruginya. Dibenci banyak orang, apalagi jika kemudian berurusan dengan polisi. Ciloko!




Murni tanggung jawab orangtua?


Pihak sekolah umumnya lepas tangan alias nggak mau terlibat kalo ada kasus macam gini. Banyak alasan, salah satunya kalo aksi kekerasan itu terjadi di luar sekolah, maka bukan lagi tanggung jawab sekolah. Terus tanggung jawab sekolah apa dan bagaimana?


Nah, kalo emang bukan tanggung jawab sekolah, apakah murni menjadi tanggung jawab orangtua? Benarkah? Sehingga kita perlu menuding orangtuanyalah yang patut dinilai gagal mendidik anaknya di tingkat keluarga. Sehingga anak yang salah asuh itu berpotensi mempengaruhi anak lainnya di sekolah untuk melakukan perbuatan tercela. Bisakah kesalahan ditimpakan 100 persen kepada para orangtua? Ehm, nggak bisa langsung diamini.


Betul emang kalo pendidikan pertama kali dikenalkan oleh orangtua. Keluarga adalah institusi terkecil yang bisa memberikan arahan dan pembinaan kepada anak-anaknya. Orangtua akan meng-create anaknya untuk jadi baik atau malah jadi buruk. Dalam ajaran Islam pun, peran orangtua termasuk cukup penting lho. Rasulullah saw. bersabda: "Semua bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, ibu bapaknyalah yang menjadikan ia yahudi, nasrani, atau majusi." (HR Bukhari)



So, ini nunjukkin kepada kita bahwa peran orangtua cukup penting sebagai pembina awal anak-anaknya. Itu sebabnya, Syaikh Ibnu Qayyim al-Jauziyah melontarkan pernyataan: "Bila terlihat kerusakan pada diri anak-anak, mayoritas penyebabnya adalah bersumber dari orangtuanya."


Wah, kalo gitu salah orangtua dong? Hmm.. tidak selalu. Lagian Syaikh Ibnu Qayyim juga 'hanya' menyatakan, "mayoritas", berarti tidak semua dong. Tapi, tetap aja harus dipahami bahwa orangtua di rumah emang harus memiliki rasa tanggung jawab yang besar dan semaksimal mungkin dalam membina anaknya.


Sobat, ada ungkapan tulus dari Syaikh Sayyid Qutb saat memberikan testimoni bagi ayahnya: "Semasa kecilku, ayah tanamkan ketakwaan kepada Allah dan rasa takut akan hari akhirat. Engkau tak pernah memarahiku, namun kehidupan sehari-harimu telah menjadi teladanku, bagaimana prilaku orang yang ingat akan hari akhir."


Namun tentu saja, secanggih-canggihnya orangtua dalam mendidik anak akan jadi terasa 'sia-sia' ketika masyarakat dan negara malah nggak peduli dengan persoalan manusia, termasuk remaja di dalamnya. Nggak adil banget kan kalo seluruh tanggung jawab diserahkan ke ortu? Emang sih, di rumah ortu kita melarang jangan berkata kasar, eh, di sekolah kita ketemu ama anak yang ngomongnya kasar. Ya, lama-lama bisa kebawa tuh, apalagi kalo kita ditekan sama teman kita supaya solider ama mereka. Sehingga yang dikerjakan itu, meskipun salah, tapi akan dipuji demi solidaritas. Lama kelamaan akan kebawa rusak juga lho.


Oya, kondisi ini diperparah dengan kurang berdayanya pemerintah dalam ngatur urusan kehidupan, termasuk ngurus pendidikan bagi masyarakat. Terkesan diam aja ngelihat kasus seperti ini. Apalagi pemerintah melalui lembaga terkait (yakni departemen pendidikan) nggak maksimal ngasih program pendidikan dalam hal akhlak atau budi pekerti karena hanya lebih fokus ke sisi akademis. Bukan tidak ada pendidikan akhlak dan budi pekerti. Ada, tapi nggak maksimal, nggak menyentuh persoalan, dan para guru yang menyampaikan juga mungkin beragam ilmunya (sangat boleh jadi banyak juga yang nggak ngerti cara nyampeinnya). Kalo begini kenyataannya, ya sudah, wasalam tuh!


Jadi biar kompak sih, harus ada kerjasama semua pihak. Orangtua membina anaknya, di masyarakat (termasuk institusi pendidikan) mengawasi dan memberi bimbingan, serta negara melindungi masyarakat dengan menerapkan aturan dan sanksi. Negara akan menerapkan kurikulum guna membina kepribadian pelajar sehingga memiliki pola pikir dan pola sikap yang islami. Bukan saja ilmu akademisnya yang keren, tapi juga punya kepribadian Islam tangguh. Sembari begitu, diterapkan juga sanksi bagi para pelanggar aturan. Inilah kombinasi apik: ortu, masyarakat dan negara.


Oke deh, buat aktivis Gank Nero, belum ada kata terlambat untuk bertobat, minta maaf kepada mereka yang telah dizalimi, dan jangan ulangi perbuatan itu. Oke? Peace ah! [solihin: osolihin@gaulislam.com]

salam #035


Assalaamu'alaikum wr. wb.


Sobat muda muslim, alhamdulillah, kita bisa jumpa kembali. Seneng banget bisa ketemuan sama kamu semua. Bisa berbagi informasi, berbagi cerita, berbagi wawasan keilmuan. Insya Allah, semua itu ada manfaatnya yang bisa kita ambil. Semoga Allah Swt. memudahkan segala urusan kita dalam kehidupan ini, dan memberi berkah atas apa yang kita kerjakan untuk dakwah Islam ini. Agar, apa yang kita sampaikan bernilai ibadah dan insya Allah keikhlasan kita akan berbuah pahala.



Boys and gals, gaulislam nggak bakalan "ngeracunin" pikiran kamu dengan ide gila atau sesat. Justru sebaliknya, buletin ini berusaha mengajak kamu merenung, berpikir, dan bertindak tepat sesuai tuntunan syariat Islam. Itu sebabnya, jika masih ada yang meragukan gaulislam (ciee..), kamu wajib tanyakan kepada penyebar 'fitnah' dan gosip murahan yang ngejelek-jelekkin gaulislam: apa maunya dia? Sederhananya gini aja, kalo emang ada yang keliru dengan semua apa yang disampaikan buletin ini, langsung aja kirim SMS atau e-mail untuk meluruskan. Kita terbuka kok. Cuma masalahnya, kalo sekadar bikin keruh suasana, apalagi bikin stigmatisasi (pencitraburukkan) terhadap media ini, ya nggak akan ada hasilnya. Percayalah, karena kebenaran pasti akan selalu mengalahkan kesalahan. Yakin itu!


Oya, alhamdulillah wilayah "jajahan" baru berhasil kita buat. Banjarmasin dan Bandarlampung jadi agen gaulislam. Insya Allah kawasan Papua segera menyusul.



Salam,


Redaksi

animo #035

Assalamu'alaikum. GI, aih kren BaNGEt tuh eds 033 en 034, kITa jaDI nGEH bhw MasALAh AhmaDIYAH adlh mslh penoDAan thDp ISLAM. PembaHAsAn kmu bagUS bANget!



Andre, Jakarta [+628170463xxx]




'alaikumussalam Andre. Alhamdulillah, smoga tlsan2 tsb mncrahkan kamu semua & semangat bela Islam. Ok?



Ass. Wr.Wb. GI, aku usul nih buat kamu adain roadshow di Jabodetabek dong, masa "aksi" kamu malah bnyk di luar daerah. Please ya, para pmuda Islam di sini jg btuh kamu!



Amel, Depok [+6285697181xxx]




Wswrwb Amel. Hmm.. klo skolah or lmbaga mo krjasama ama GI, boleh aja. Kirim aja suratnya ke almt kita. Gmn?



Assalaamu'alaikum. Subhanallah, GI makin keren aja websitenya. Banyak rubrik bermanfaat. Tema2 yg ditampilkan bikin kita jadi cerdas dan paham Islam. Maju terus buat GI dan thx buat semua kru GI. Sukses ya!



Fenny, Malang [rebelxxxxx@yahoo.co.id]




'alaikumussalam Fenny. Trma ksh ya. Iya, kta ingin agar Islam trsebar luas dgn kemasan yg bagus & memberi inspirasi. BTW, tunggu ya tampilan trbaru GI-Online!



Ass. Wrwb. Tema-tema yang diangkat GI bagus2. Aku termasuk yang telat kenal kamu. Awalnya dengar nama GI dari acara VOI di radio, trus aku kunjungi situs kamu. Ternyata, keren en TOP Banget! Terima kasih ya GI!



Lisa, Kendari [mataharixxxxx@gmail.com]




'alaikumussalam Lisa. Trima ksh jg ya mau kenal GI :-)

Minggu, 19 Oktober 2008

Beragama Kok Bebas?

gaulislamedisi 034/tahun I (12 Jumadits Tsaaniy 1429 H/16 Juni 2008)




Jamaah Ahmadiyah masih bisa senyam-senyum. Pasalnya mereka lagi di atas angin. Setelah kasus Monas, justru umat Islam yang menuntut pembubaran Ahmadiyah jadi terdakwa. Bukan cuma itu, umat Islam juga malah berantem sendiri di berbagai daerah.


Ini semua terjadi atas nama kebebasan berkeyakinan dan beragama. Menurut para pendukungnya, seperti AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan), Ahmadiyah nggak boleh dibubarkan. Melarangnya sama dengan melanggar HAM dan kebebasan beragama.


Sebenarnya gimana sih soal kebebasan beragama? Apa bener Islam tuh selalu maksain keyakinannya pada pemeluk agama lain? En apa bener Ahmadiyah itu adalah islami? Itu semua kita bahas di gaulislam edisi ini. Loading...




Soal Ahmadiyah


Umat Islam memang pantes geram en kesel. Sebab, SKB (Surat Keputusan Bersama) tiga menteri yang dikeluarkan pada Senin, 9 Juni 2008 lalu sekadar "peringatan" untuk Jamaah Ahmadiyah. Bukan melarang apalagi membubarkan kelompok tersebut. Rencananya para ulama dan tokoh-tokoh Islam akan kembali meminta pemerintah untuk membuat SKB tentang pelarangan dan pembubaran Ahmadiyah. Belum ada perubahan "status" SKB sampai tulisan ini dibuat.


Eksistensi jamaah Ahmadiyah juga didukung oleh sejumlah kalangan, di antaranya ya AKKBB itu. Para penggiat Ahmadiyah juga berkampanye kalo ajaran mereka nggak menyimpang dari Islam. Di koran Republika pada 23 Mei 2008, misalnya, mereka menulis kalo Ahmadiyah itu bagian dari jamaah Islam.


Pendapat mereka juga diperkuat oleh sejumlah orang yang mengaku kyai. Para 'kyai' ini bilang kalo kitab Tadzkirah yang dijadikan pegangan oleh jamaah Ahmadiyah, hanyalah kumpulan fatwa. Bukan kitab suci seperti yang dituduhkan banyak orang. Kesimpulan sejumlah kyai ini, tuduhan bahwa Ahmadiyah itu sesat adalah mengada-ada dan ngawur.


Pendukung Ahmadiyah yang lain adalah jamaah AKKBB. Bagi mereka, ajaran Ahmadiyah kudu dibela. Pasalnya dalam UUD 45 pasal 29 ayat 2, kan negara wajib menjaga kebebasan berkeyakinan dan beribadah. Negara nggak mengatur mau berkeyakinan apa dan ibadahnya bagaimana, yang penting semua agama dan aliran layak hidup di bumi Indonesia. Lagian, kata mereka, itu adalah hak asasi manusia. Nggak boleh ada kelompok manapun yang memaksakan keyakinannya pada orang lain, atau melarang keyakinan tertentu.



Of course, pernyataan bahwa ajaran Ahmadiyah itu sesat, bukan cuma isapan jempol. Kitab Tadzkirah yang dikatakan sejumlah orang yang mengaku 'kyai' itu bukan cuma kumpulan fatwa lho, tapi sudah dianggap wahyu muqaddas (wahyu yang disucikan). Kemudian pengakuan Mirza Ghulam Ahmad (MGA) sebagai nabi juga bukan tuduhan, emang dari sononya ia ngaku begitu. MGA berkata, "Dalam wahyu ini Tuhan menyebutkanku RasulNya, karena sebagaimana sudah dikemukakan dalam Brahin Ahmadiyah, Tuhan Maha Kuasa telah membuatkan manifestasi dari semua nabi, dan memberiku nama mereka. Aku Adam, aku Seth, aku Nuh, aku Ibrahim, aku Ishaq, aku Ismail, aku Ya'qub, aku Yusuf, aku Musa, aku Daud, aku Isa, dan aku adalah penjelmaan sempurna dari Nabi Muhammad saw, yakni aku adalah Muhammad dan Ahmad sebagai refleksi". (Haqiqatul Wahyi, h. 72). (Majalah Sinar Islam (terbitan Ahmadiyah) edisi 1 Nopember 1985).


MGA juga mengkafirkan orang-orang yang tidak beriman kepadanya; "Seseorang yang tidak beriman kepadaku, ia tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. (Haqiqat ul-Wahyi, hal. 163). Juga perkataannya,"Sikap orang yang sampai dawahku kepadanya tapi ia tak mau beriman kepadaku, maka ia kafir. (S.k. al-Fazal, 15 Januari 1935)


Bro en sis, Jemaah Ahmadiyah jelas-jelas mengkafirkan kaum muslimin. Basyiruddin, adik Mirza Ghulam Ahmad, berkata: Di Lucknow, seseorang menemuiku dan bertanya: "Seperti tersiar di kalangan orang ramai, betulkah Anda mengafirkan kaum Muslimin yang tidak menganut agama Ahmadiyah?" Kujawab: "Tak syak lagi, kami memang telah mengafirkan kalian!" Mendengar jawabanku, orang tadi terkejut dan tercengang keheranan (Anwar Khilafat, h. 92)


Ucapannya lagi: "Barangsiapa mengingkari Ghulam Ahmad sebagai nabi dan rasul Allah, sesungguhnya ia telah kufur kepada nash Quran. Kami mengafirkan kaum Muslimin karena mereka membeda-bedakan para rasul, mempercayai sebagian dan mengingkari sebagian lainnya. Jadi, mereka itu kuffar!" (S.k. al-Fazal, 26 Juni 1922)


Dan Basyir Ahmad menegaskan lagi "Setiap orang yang beriman kepada Muhammad tapi tidak beriman kepada Ghulam Ahmad, dia kafir, kafir, tak diragukan lagi kekafirannya" (Review of Religions, No. 35; Vol. XIV, h. 110)


Nah lho, kalo ternyata udah mengaku sebagai nabi, bahkan mengkafirkan orang lain yang nggak mengimaninya, apa itu nggak bertentangan dengan al-Quran dan as-Sunnah? Kalo begitu, kyai-kyai yang kemarin ngebelain Ahmadiyah dari mana mereka punya alasan, ya? Jangan-jangan mereka juga kena dibohongin jamaah Ahmadiyah.



Guyz, makanya kamu kudu prihatin deh, kenapa aliran sesat itu dibiarkan tumbuh subur di tanah air. Malah jamaah Ahmadiyah ini diistimewakan oleh pemerintah. Khalifah IV Ahmadiyah di London, Thahir Ahmad pernah diundang ke Indonesia di masa reformasi. Kedatangannya atas prakarsa seorang cendekiawan muslim Indonesia. Waktu itu Khalifah IV ini disambut dan dipeluk oleh Ketua MPR yang juga tokoh reformasi kala itu.




Beragama, bebas?


Barangkali, susahnya memberantas aliran sesat seperti Ahmadiyah dikarenakan hari ini ada orang berteriak-teriak soal kebebasan berkeyakinan dan beragama. Menurut para pendukungnya, hal itu merupakan hak asasi manusia. Nggak boleh dipaksa atau dilarang. Udah mutlak kudu dijamin.


Pertanyaannya, apa iya kebebasan beragama juga berarti bebas untuk ngacak-ngacak agama? Kalo soal bebas memilih agama, sebenarnya udah nggak aneh dalam ajaran Islam. Agama kita emang nggak memaksakan manusia untuk masuk ke dalam agama Islam. Kamu pastinya udah apal betul dengan ayat, "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)."(QS al-Baqarah: 256). Ayat itu adalah garansi bahwa setiap insan nggak akan dipaksa memeluk agama Islam. Bo'ong banget kalo dikatakan bahwa Islam itu dipaksakan, apalagi dengan jalan kekerasan.



But, buat orang yang udah berada dalam agama Islam, nggak ada pilihan lain kecuali tunduk pada Islam. Allah Ta'ala berfirman;



إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا



"Sesungguhnya ucapan orang-orang beriman jika diseru kepada Allah dan RasulNya untuk berhukum di antara mereka adalah 'kami mendengar dan kami taat'," (QS an-Nuur [24]: 51)


Juga firmanNya (yang artinya):"Dan tidak pantas bagi orang beriman laki-laki dan orang beriman perempuan jika Allah dan RasulNya telah menetapkan satu keputusan, ada pilihan bagi mereka." (QS al-Ahzab [33]: 36)



So, apa pantes seorang muslim menolak shalat lima waktu? Nggak puasa Ramadlan? Apalagi sampai mengacak-acak ajaran Islam, seperti ngaku-ngaku jadi nabi, jadi malaikat, dll. Untung aja nggak sampai ngaku jadi pocong atau kuntilanak. Halah!


Pada kenyataannya, nggak bakal ada umat beragama - agama manapun - yang rela ajarannya diacak-acak. Umat Kristiani, misalnya, pasti akan marah kalo jumlah tuhannya ditambah atau dikurangi. Atau Injil yang mereka pakai disebut bukan kitab suci, atau dianggap kurang. Atau lagi jika salibnya diubah, atau patung Yesus pada salib itu diganti dengan patung orang lain, pastinya mereka juga tidak terima bahkan marah. Betul nggak?


Ketika novel The Da Vinci Code karya Dan Brown keluar, banyak pastur dan tokoh Kristiani yang marah. Novel itu dianggap bisa merusak keyakinan umat Kristiani. Kemudian sejumlah buku dirilis oleh kalangan Kristiani untuk menyelamatkan keyakinan mereka. Maklum, dalam novel yang kemudian difilmkan oleh Tom Hanks, dikisahkan bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena. Padahal umat Kristiani percaya bahwa Yesus tidak menikah, apalagi Maria Magdalena dikenal sebagai seorang pelacur.


Begitu pula dengan agama-agama lainnya pasti umat mereka nggak bakal terima dan marah jika ajarannya diacak-acak. Umat Hindu misalnya pernah memprotes sampul novel Supernova karya Dewi Lestari karena membawa-bawa simbol agama mereka. Penyanyi Iwan Fals juga pernah berurusan dengan pengikut agama Hindu dalam kasus yang sama pada sampul kasetnya Manusia Setengah Dewa.


Jadi, kayaknya kebebasan beragama yang menjurus pada pengacauan agama atau penodaan agama, nggak bakal diterima oleh umat manusia. Lagian apa mau umat beragama saling menukar ajaran ibadahnya? Misalnya umat Kristiani kudu wajib shalat Jumat dan puasa Ramadlan sebulan penuh, atau orang Islam kalo meninggal jangan dikubur tapi dibakar dalam upacara Ngaben, dsb. Kayaknya nggak bakal ada yang rela tuh.


Lalu gimana dong kebebasan beragama yang sekarang lagi dikampanyekan? Wah, itu mah kampanye untuk menyudutkan Islam. Karena orang-orang yang berteriak kebebasan beragama selalu ngebelain Ahmadiyah, dan nyalahin kaum muslimin yang anti Ahmadiyah. Padahal udah jelas banget kalo jamaah Ahmadiyah itu ngerusak ajaran Islam.


Kalangan penyeru kebebasan beragama seperti AKKB juga sering menghina ajaran Islam. Guntur Romli, salah seorang aktivis AKKBB yang kena gebug FPI di Monas kemarin, dalam sebuah tulisannya di Jurnal Perempuan pernah memutarbalikkan ayat-ayat al-Quran untuk menghalalkan homoseksual dan lesbian. Ia juga pernah menulis di sebuah koran ibu kota kalau al-Quran itu hasil contekan dari kitab-kitab sebelumnya. Waduh, buruan tobat Mas!


Parahnya lagi, keberadaan mereka itu tak lebih dari perpanjangan tangan kaum imperialis Amerika Serikat. Ketika umat Islam di tanah air menuntut pembubaran Ahmadiyah, negara-negara Barat justru menekan pemerintah khususnya Departemen Agama agar tidak membubarkannya. Negara-negara itu adalah Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Inggris. Catet itu!




Sikap kita


Buat kita, udah jelas kalo beragama itu ada pedomannya. Nggak bisa kita berkeyakinan dan beribadah semau-maunya. Ngawur aja kalo orang bilang beragama itu bebas. Kalo begitu bisa-bisa orang bikin agama sendiri, nabi sendiri, kitab suci sendiri, bahkan punya tuhan sendiri (iiih).


Maka, semangat bebas dalam beragama itu nggak sejalan dengan ajaran Islam. Setiap muslim kudu taat en patuh pada syariat Islam dan berpegang pada akidah Islam. Kalo terjadi penyimpangan maka pelakunya kudu bertobat.


Terakhir, umat Islam kudu jernih ngelihat persoalan ini. Jangan gara-gara pemberitaan di televisi, majalah, koran en internet, kemudian kamu jadi bersimpati pada orang-orang yang menyuarakan kebebasan beragama. Padahal mereka tengah menyiapkan perangkap untuk merusak ajaran Islam. Ditambah lagi mereka punya misi untuk mempertahankan ajaran sesat Ahmadiyah.


Sayangnya, banyak orang Islam nggak nyadar. Mereka malah sibuk menyalahkan sesama muslim, lupa dengan masalah penodaan agama oleh Ahmadiyah. Sudah begitu, lebih rela berantem dengan 'saudara sendiri' ketimbang melawan musuh yang sesungguhnya. Lihat aja banyak kaum muslimin yang malah pada minta supaya FPI dibubarkan, bukannya ngelarang Ahmadiyah. Ah, kasihan umat Islam. Sudahlah agamanya dirusak, masih mau juga diadu domba. Hmm.... [iwan januar]