Kamis, 06 November 2008

salam #052


Assalaamu'alaikum wr. wb.


Alhamdulillah, edisi 052 ini adalah edisi pekan ke 52, genap setahun buletin gaulislam menemani kamu semua tanpa absen sekalipun. Kalo kamu ada yang nggak kebagian edisi-edisi tertentu, langsung aja deh cari di www.gaulislam.com. Nggak seru dong kalo dapetin gaulislam cuma sepotong-sepotong. Semoga ada manfaatnya dan tentunya membuat kamu jadi tambah pinter dan gaul yang kepintaran dan gaulmu itu tetap dilandasi iman dan takwa kepada Allah Swt.


Bro en Sis, semoga Ramadhan kemarin menjadikan kita tambah takwa dan tambah mantap imannya kepada Allah Swt. Insya Allah iman dan takwa yang kita miliki menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Sebab, hanya dengan menjadikan iman kita tetap hidup, kita akan bisa menghadapi segala rintangan dalam kehidupan kita. Iman akan menjaga kita dari hawa nafsu untuk berbuat maksiat. Takwa akan membentuk sikap hati-hati dalam diri kita agar nggak terpeleset ke dalam jurang kehinaan dan dosa. Semoga, kita sanggup menjalani hari-hari ke depan dengan semangat hidup yang dilandasi iman dan takwa yang kualitas super. Amin.


Oya, semoga edisi 052 ini bisa kamu baca isinya, resapi pelajarannya, pahami nasihatnya, dan jadikan sebagai pengetahuan dan sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan. Sebab, Islam bukanlah agama yang melulu dijejali dengan teori. Tapi Islam sekaligus sebagai ajaran yang aplikatif, praktis, dan tentu menyelamatkan.



Salam,


Redaksi

animo #052

Assalamu'alaikum. GI, wah sru bgt yach, edisi ttg "Buktikn Klo Kmu Cnta Islam", bnr2 mnydrkan sy sbg wnita y6 mggnkan jlbab, asli, kren bgdz! Skses sllu wt GI.



Dara, MAN2 Bogor [+6285694568xxx]




'alaikumussalam Dara. Alhamdulillah. Mksh bnyk ya, krn kamu dah baca GI. Ttp 'stay tune' dengan GI ye!



Asslm. Wr.Wb. Sng deh bs dpt GI typ mnggu dr ka2k2 KREASI, pmbhsanny ga ngbsenin n up to date. Hm, adain rbrik curhat dunk! Tp khss mslh rmja. Thx.



Icha Almuslim, Bekasi [+6285697291xxx]




Wswrwb Icha. Makasih ya atas apresiasimu kpd GI. Usulmu qt 'godok' dulu ye. Biar mateng, gitu lho. Setuju?



Assalaamu'alaikum. GI kreN baNgedz. TeMA yG Obama g00d abiZ. SaLUt bWT GI. TrZ BRJuanG ya GI!



IpuNK
, YK
[+622746965xxx]




'alaikumussalam Ipunk. Alhamdulillah. Mksh bangedz jg bwt kamu ya Ipunk. Smga tema itu bs bikin kamu tambah semangat belajar utk nyari ilmu Islam. Oke? Enjoy!



Asslm. Wrwb. ya ampun GI Co_oL biz ui.... ampe2 klo q gk dksh ma wli kls q, q na ampe nagih. Su_3r bo,, KueRu3N Biz, em...em, bs gk dmuat tent partai skrang yang lg mrak2 na.Uia slm na dung wat nak2 {V_gRay 3.o} alias PGRI 30 JAKTIM.



Clara Yuaniar, Jaktim [xxxxxclara@rocketmail.com]




'alaikumussalam Clara. Waduh, kamu jg ikutan heboh neh. Kebawa "cool" juga dong gara2 bc GI. Usulmu qt tmpung dulu ye. Maaf lho. Ttp, semangat bela Islam!

Rabu, 05 November 2008

Virginitas Remaja

gaulislamedisi 051/tahun I (13 Syawal 1429 H/13 Oktober 2008)




Ngomongin virginitas remaja, bukan hanya dominasi kaum cewek. Kaum cowok juga kudu turut ambil bagian dalam masalah ini. Karena makna virgin bukan hanya 'kegadisan' saja, tapi juga mencakup 'keperjakaan'.


Virginitas sangat dekat hubungannya dengan melakukan hubungan seks. Menjaga virginitas berarti menjaga hubungan pergaulan dengan lawan jenis agar nggak kebablasan. Virgin nggaknya seseorang bukan hanya pada kondisi selaput dara saja, tapi sudah pada perilaku seksual dia yang menjurus.


Wah…kayaknya hot banget neh bahasan kita kali ini. Baca terus sampai tuntas, yuukkkk!




Virginitas, bukan tentang selaput 'gadis'


Virginitas bukan melulu pada utuh tidaknya selaput dara yang menunjukkan kegadisan seorang cewek. Tapi virginitas adalah kondisi mental dan akhlak seseorang dalam perilaku seksualnya. Jadi pihak cowok pun juga bisa dikatakan nggak virgin kalo ia sudah mulai berani melakukan seks bebas sebelum nikah.


Ada banyak kasus selaput dara robek karena aktivitas olahraga atau naik sepeda. Ada juga kasus gonta-ganti pasangan atau pacar tapi selaput dara masih utuh. Nah, di antara dua kasus itu manakah yang masih virgin dan suci?


Jelas yang pertama dong. Meskipun selaput dara sudah robek, tapi kasus pertama menunjukkan kesucian seorang gadis. Tentu saja dengan catatan selama dia bukan pengikut aliran gaul bebas loh yah. Sedangkan kasus kedua, biar kata dia kemana-mana membual suci hanya karena selaput dara utuh, itu juga masih sangat bisa dipertanyakan. Selama dia beraktivitas mendekati zina alias penggiat pacaran, maka kesucian dia hanya sebatas lip service semata. Omong kosong, Non!


Selasa, 04 November 2008

Eh, Primbon Itu Warisan Jahiliyah, Lho!

gaulislamedisi 050/tahun I (6 Syawal 1429 H/6 Oktober 2008)




Kamu yang doyan melototin layar kaca, kayaknya pernah deh nemuin iklan kayak gini: "Kamu kan lahirnya Selasa Kliwon. Tak cocok kerja di air. Harusnya berdagang." Terus nyaranin penonton untuk kirim SMS ke nomor tertentu.


Bro, memang lucu juga ya? Menentukan nasib lewat primbon. Sangat boleh jadi orang yang dalam adegan di iklan sebagai pekerja yang hubungannya dengan air itu justru sukses di tempat yang menurut primbon tidak cocok dengan tanggal lahirnya. Bisa aja pernyataannya jadi begini: "Kamu ini lahirnya Selasa Kliwon. Nggak cocok kerja yang berhubungan dengan air, kecuali jadi direktur PDAM…" Hehehe…


Ngomongin soal primbon memang lucu abis sekaligus nggak abis pikir. Waktu saya SD juga ada tuh buku tentang primbon, tafsir mimpi di rumah orang tua saya. Tapi sejak kecil saya selalu nggak percaya karena banyak yang bertolak-belakang dengan kenyataan dan suka mengada-ngada. Ngarang, gitu lho.


Misalnya, ada orang yang diramal nasibnya berdasarkan tanggal kelahiran. Ada juga yang diramal rejekinya dengan indikator banyaknya bersin di jam tertentu, ada juga ukuran untuk menentukan jodoh dari tahi lalat dan seabreg tanda lainnya yang aneh-aneh banget yang dihubungkan dengan kepribadian atau nasib seseorang.


Senin, 03 November 2008

Makin Takwa Setelah Ramadhan

gaulislamedisi 049/tahun I (29 Ramadhan 1429 H/29 September 2008)




Bro, hanya dalam hitungan jam dari sekarang, saat buletin kesayangan kamu ini diterbitkan pada 29 Ramadhan, kita akan meninggalkan Ramadhan dengan segala kenangan dan keindahan yang kita rasakan. Kalo umur bulan Ramadhan ini 29 hari, berarti insya Allah besok kita merayakan Idul Fithri (bertepatan dengan 30 September 2008). Tetapi kalo nggak terlihat hilal (bulan sabit sebagai penanda awal bulan baru), maka akan digenapkan menjadi 30 hari. Itu artinya insya Allah 1 Syawal 1429 H ini akan masuk pada hari Rabu. Itu bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 2008. Tentu saja kita bergembira karena Idul Fithri adalah satu dari dua hari raya umat Islam setelah Idul Adha. Kita berdoa kepada Allah Swt. semoga shaum kita selama Ramadhan ini diterima oleh Allah Ta'ala. Semoga kucuran nikmat, rahmat, dan ampunan dariNya berbuah pahala dan makin bikin kita tambah takwa kepadaNya. Amin.


Oya, sekadar tahu aja bahwa Idul Fithri adalah hari di mana kita kembali berbuka. Setelah selama sebulan penuh kita berpuasa (shaum) di bulan Ramadhan. Dari Abi Hurairah (ia berkata), sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda. "Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Idul) Adha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan korban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan."


Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah (artinya): "(Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adha pada hari kamu menyembelih hewan." (Ibnu Majah, hadis no. 1660)


Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud (artinya): "Dan (Idul) Fithri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka, sedangkan (Idul) Adha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan." (Abu Dawud, hadis no. 2324)


Aduh, jangankan kita berbuka seterusnya, sebab ketika berbuka setelah puasa seharian aja senengnya bukan main. Bahkan seneng banget meskipun hanya berbuka dengan seteguk air dan sebutir kurma (apalagi kalo ditambah seporsi nasi goreng lengkap dengan lauk dan daging, hehehe..). Jadi, kalo diminta berbuka selama 11 bulan itu namanya seneng banget. Maklum, shaum yang wajib kan hanya di bulan Ramadhan. Selain itu adalah shaum-shaum sunnah saja.


Oya, biar mantep ngadepin Idul Fithri ada beberapa yang perlu kita perhatikan. Di antaranya:




Jangan gila belanja


Hah, belanja ada gilanya ya? Iya, maksudnya kamu kayak orang kesetanan aja belanja untuk kebutuhan Idul Fithri. Mentang-mentang banyak uang hasil dikasih bonus dari ortu dan keluarga besar lainnya, atau karena dapat THR kalo kamu udah kerja, akhirnya kamu beli apa aja yang kamu suka dan pengen dipamerin saat Idul Fithri. Baju baru, sendal baru, kopiah baru, sarung baru, hape baru, pokoknya segala baru. Nggak hanya soal pakaian, tapi belanja makanan juga nyaris nggak terkontrol. Apa aja dibeli. Duh, meskipun hari raya dan boleh berbahagia, tapi tentu bukan dengan cara seperti itu kita merayakannya. Iya nggak sih?


Untuk sekadar ada makanan di rumah buat ngejamu tamu dan keluarga yang sowan ke rumah boleh-boleh aja. Asal jangan berlebihan dengan niat pengen ngebuktiin bahwa kita tuh dianggap mampu dan berpunya karena bisa beli barang dan makanan yang mahal harganya. Ya, kalo gitu jadi nggak ikhlas dong ya. Sayang banget tuh jadinya nggak dapat nilai pahala. Biasa saja lah. Jangan pengen ada poin di hadapan manusia, tapi yang utama adalah poin plus dari Allah Swt. karena kita ingin mendapat ridhoNya.


Bro, sebaiknya menjelang dan di hari Idul Fithri kita bisa empati kepada saudara-saudara kita yang kekurangan secara ekonomi. Mungkin kalo nggak bisa sepanjang hari selama setahun, momen Idul Fithri bisa kita pake untuk melakukan kebaikan-kebaikan itu. Di hari-hari biasa kita sibuk dengan urusan kita masing-masing, paling nggak saat Idul Fithri kita bisa silaturahim dengan kerabat dekat, dan bisa menjalin ukhuwah dengan kaum muslimin lainnya, mulai dari tetangga dekat sampai dengan kaum muslimin di tempat lain yang kita kenal tapi jarang komunikasi dengannya meski kita punya nomor kontaknya. Sekarang kan udah jamannya teknologi komunikasi yang canggih, kirim aja SMS atau telepon, bisa ngucapin selamat dan minta maaf. Ini insya Allah lebih bermakna ketimbang kita gila belanja atau menghamburkan uang untuk kebutuhan yang tak terlalu perlu.




Banyak berdoa dan berdzikir


Sobat muda muslim, Islam ngajarin kita untuk disunnahkan memperbanyak dzikir berupa takbir, tahmid, tasbih dan tahlil di malam Idul Fithri. Itu sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah Ta'ala karena senantiasa mendapatkan berbagai nikmat, hingga bisa merayakan Idul Fithri dan berharap puasa kita diterima olehNya. Allah Swt. berfirman:



وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ



"…dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS al-Baqarah [2]: 185)


Allah Swt. juga menyampaikan firmanNya (artinya): "Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (QS al-Hasyr [59]: 23)


Dalam ayat lain, Allah 'Azza wa Jalla juga berfirman:



فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا



"maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat." (QS an-Nashr [110]: 3)


Yup, betul banget kalo di malam Idul Fithri kita diminta untuk lebih banyak berdzikir dan berdoa. Mengumandangkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil sepanjang malam juga sepanjang hari di 1 Syawal tersebut. Ini untuk nunjukkin bahwa kita nggak ada apa-apanya di hadapan Allah Swt. Kalo saja nikmat sehat dicabut, kita bisa sakit. Nikmatnya makanan nggak bakalan terasa, bahkan kita berbaring tak berdaya, ada juga di antara kita sampai koma berhari-hari di rumah sakit. So, kalo kita masih bisa menghirup nafas kita dengan gratis tanpa bantuan alat, kalo kita masih diberi umur panjang hingga bisa merayakan Idul Fithri, itu artinya Allah Ta'ala sayang sama kita. Maka, sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan kepada kita, kita udah sepantasnya kalo memanjatkan doa tanda syukur dan senantiasa mengagungkan nama Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantisa bersyukur dan selalu mencari ridho Allah Swt. dalam kehidupan di dunia fana ini. Supaya ketika kembali kepadaNya kita sudah bisa berbangga dengan banyaknya amal shalih yang kita kerjakan sambil berharap rahmat Allah atas kita. Amin.




Perhatikan makanan dan minumanmu


Sobat muda muslim, meski pada Idul Fithri kita dibolehkan makan dan minum sambil bergembira-ria karena sudah selesai shaum full sebulan, tapi bukan berarti sepuasnya dan sesukanya dalam menggares (mengkonsumsi makanan-minuman). Tetep ada aturan mainnya dong. Jangan sampe berlebihan apalagi mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram. Pernah lho ada kejadian, pas lebaran ada juga sekelompok remaja muslim di kampung saya yang merayakannya dengan minum-minuman keras. Waduh, itu sih namanya berpesta dengan kemaksiatan. Semoga kita semua terhindar dari perbuatan maksiat tersebut dan maksiat lainnya.


Kenapa perlu memperhatikan makan dan minuman yang bakal masuk ke tubuh kita saat Idul Fithri? Yup, sebab biasanya sih alat pencernaan kita 'merasa kaget', karena selama bulan Ramadhan tuh ritmenya teratur hanya 'bekerja berat' pada pagi dan sore hari saja. Tapi pas Idul Fithri bisa jadi malah nonstop seharian kerja berat mengolah makanan. Mau yang enak di lidah atau pahit di lidah, alat pencernaan kita nggak pernah pilih-pilih, tapi risiko ditanggung sendiri. Kalo sampe kejadian menwa alias mencret wae (baca: always mencret) itu bukan salah alat pencernaan kita, tapi salah kita karena masukkin benda-benda yang berpotensi bikin teler alat pencernaan kita. Opor ayam, ketupat, rendang, rujak kangkung, bakwan, ikan asin, sirup, soft drink, bir pletok (baca: bandrek), bajigur, en apa aja masuk. Nyaris sepanjang hari. Gimana nggak kolaps tuh usus dan lambung kita. So, jaga diri ya. Jangan sampe mentang-mentang dikasih kesempatan berbuka di hari raya, eh kita malah lupa diri. Ngumpanin mulut dan lidah kita dengan yang enak-enak tanpa memikirkan bagian pencernaan. Nggak seru banget kan kamu masuk rumah sakit gara-gara nggak ngontrol makanan dan minuman saat Idul Fithri?




Takwanya meningkat dong ya


Brur en Sis, Allah Swt. mewajibkan shaum (puasa) di bulan Ramadhan selama sebulan penuh targetnya adalah supaya kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Tentu nggak semua orang bisa melakukannya, bahkan Allah Swt. pun hanya memerintahkan kepada orang-orang yang beriman saja. Itulah sebabnya kadang kita masih melihat banyak kaum muslimin yang masih tidak berpuasa di bulan Ramadhan padahal nggak ada udzur syar'i yang membolehkannya tidak berpuasa. Seorang muslim, yakni orang Islam, belum tentu beriman (mukmin) dengan penuh kepada Allah Swt. Tapi, seorang mukmin, insya Allah ia sudah sekaligus muslim. Semoga saja kita termasuk orang-orang yang bukan hanya sebagai muslim, tapi sekaligus mukmin. Sehingga perintah shaum Ramadhan kepada kaum mukminin ini berbuah takwa sebagaimana firmanNya:



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ



"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (QS al-Baqarah [2]: 183)


Betul sekali, sungguh nikmat banget kalo shaum kita membekas dalam perilaku kita. Membekas dalam ibadah kita, membekas dalam pengamalan syariat Allah dan RasulNya. Insya Allah kita menjadi jawara sejati setelah Idul Fihtri, makin takwa setelah Ramadhan. Itu artinya Ramadhan benar-benar sudah menjadi tempat penempaan diri untuk melatih kesabaran kita, rasa syukur kita, keimanan kita, dan keyakinan akan ampunan Allah Swt. jika kita mau bertobat atas segala dosa.


Selama bulan Ramadhan ini kita udah terbiasa hidup teratur dan memiliki rasa takut yang cukup tinggi kepada Allah Swt. Kita rela menahan untuk tidak makan dan minum di siang hari semata karena kita taat kepada Allah Swt. dan menjaga puasa kita agar tidak batal. Betapa kita rela mati-matian istiqamah dalam menjalankan perintah Allah ini. Subhanallah.


Siang dan malam hari jadi giat beribadah seolah hari esok maut menjemput kita. Semarak shalat tarawih berjamaah memberikan suasana kebersamaan yang tinggi, tilawah al-Quran bergema hebat dari mulut kita. Juz demi juz kita lalui dengan penuh semangat dan keikhlasan sehingga begitu Ramadhan selesai, al-Quran khatam dibaca. Semoga amalan kita diterima Allah Swt. Jerih payah beribadah siang dan malam semoga menambah nilai takwa kita di hari-hari ke depanya. Jangan sampe deh, ibadah yang rajin dan taat menjalankan perintah Allah Swt. hanya terjadi di bulan Ramadhan saja. Sayang banget.


Maka, agar kita tetap bisa menjalankan ibadah di luar Ramadhan dan makin kuat ketakwaan kita, nggak ada salahnya kita ciptakan suasana yang sama dengan saat Ramadhan. Agar kita senantiasa merasa dekat dengan Allah Swt. dan dihindarkan dari perbuatan dosa. Kamu pernah dengar kan lagunya Opick yang berjudul Tombo Ati? Isinya pasti kamu pada hapal deh. Yup, obat hati itu ada lima perkara. Pertama, membaca al-Quran (meresapi makna untuk mencerahkan akal dan jiwa). Kedua, shalat malam (agar bisa meraih disiplin orang-orang shalih). Ketiga, bergaul dengan orang-orang shalih (untuk mendapatkan ilmu dan nasihatnya). Keempat, shiyam, yakni puasa (agar lapar kita berbuah sadar). Kelima, dizkir malam (membiasakan dzikir di malam hari di saat banyak manusia terlelap dalam tidurnya).


Nah, semoga saja ini bisa membuat kita senantiasa menumbuhkan ketakwaan meski Ramadhan sudah berlalu meninggalkan kita. Artinya, ada hasilnya gitu lho. Shaum Ramadhan berbuah takwa, bukan cuma dapetin lapar dan haus doang.


Terakhir, ada hadis qudsiy yang oke banget untuk memotivasi agar kita senantiasa dekat dengan Allah untuk meraih takwa kepadaNya:



إِذَا تَقَرَّبَ الْعَبْدُ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَ إِذاَ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا مِنْهُ باَعًا، وَ اِذَا أَتَانِيْ يَمْشِيْ أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً


"Jika seorang hamba mendekat kepadaKu sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta; jika ia mendekatiKu sehasta, aku akan mendekatinya sedepa; jika ia datang kepadaKu dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari" (Shahih Bukhari, XI/199)


Oke Bro, Ramadhan udah di akhir perjalanannya. Idul Fithri menjelang. Entah, harus bergembira atau bersedih. Sebab, di satu sisi kita bergembira dengan datangnya Idul Fithri, tapi kita juga pantas bersedih ketika hendak meninggalkan Ramadhan. Bulan yang telah 'mempermak' kita menjadi orang yang taat dan gemar beramal shalih demi meraih ridho Allah Swt. Khawatir kalo tahun depan kita nggak bertemu lagi dengan Ramadhan. Tapi, semoga kita bisa jumpa lagi dengan Ramadhan di tahun depan. Kalo pun nggak, semoga kita bisa reuni di surgaNya kelak.


Nah, saya dan seluruh kru Buletin Remaja gaulislam, yang selama hampir setahun ini menemani kamu semua berbagi ilmu dan mengenal Islam, mohon maaf lahir-bathin jika ada banyak salah dan selamat hari raya Idul Fithri 1429 H. Taqabalallahu minna wa minkum. Semoga kita kian bertakwa kepada Allah Swt. Amin. [solihin: osolihin@gaulislam.com]

Minggu, 02 November 2008

Orang Miskin Dilarang Hidup

gaulislamedisi 048/tahun I (22 Ramadhan 1429 H/22 September 2008)




Bro, kayaknya masih membekas deh dalam ingatan kita semua soal meninggalnya 21 orang saat antri ngambil jatah pembagian zakat oleh seorang pengusaha di Pasuruan pada pertengahan September 2008 lalu. Kalo ngeliat faktanya, zakat salah satunya emang harus diberikan kepada warga miskin. Kita miris banget euy, ngelihat di layar televisi ratusan orang berebut jatah zakat yang dibagikan. Minimnya pengamaman dan cara pembagiannya yang dipusatkan di satu tempat menjadi alasan utama peristiwa menyedihkan tersebut terjadi.


Sebelumnya, kita juga disuguhi pemandangan yang nggak kalah menyedihkannya. Ada banyak orang yang-karena kemiskinannya-harus melakukan perbuatan yang bisa membahayakan kesehatan orang lain. Kamu masih ingat juga kan? Yup, daging rusak hasil pengumpulan sisa makanan dari berbagai rumah makan. Parahnya, tuh makanan sisa ditaro bersisian bareng dengan kumpulan barang bekas lainnya. Boleh dibilang itu udah makanan sampah deh. Untuk mengelebui calon pembeli, daging itu digoreng sampe kering. Dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga yang murah. Pembelinya siapa? Warga miskin juga, Bro. Sedih banget.



Boys and gals, jumlah orang miskin di negeri ini emang cukup banyak. Nggak perlu data statistik yang dipake pun kita udah bisa ngelihat dengan jelas. Data statistik itu cuma ukuran-meski bisa juga berbohong dengan statistik-untuk menentukan berapa jumlah dan prosentasenya aja. Meningkat atau menurun digambarkan dalam bentuk jumlah dan persen. Supaya kelihatan dramatis, dibandingkanlah dengan data sebelumnya. Kalo berkurang jumlah orang miskinnya berarti ada peningkatan kesejahteraan. Kinerja pemerintah bisa dinilai baik ketika bisa mengurangi angka kemiskinan. Begitu juga sebaliknya. Intinya, data itu cuma alat ukur. Meski seringnya juga datanya salah yang mengakibatkan keliru juga mengambil keputusan.


Oya, Presiden SBY pernah menegaskan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan dari 17,7 persen pada 2006, menjadi 15,4 persen dari total jumlah penduduk Indonesia pada Maret 2008. Angka kemiskinan tahun 2008 ini merupakan yang terendah, baik besaran maupun prosentasenya, selama 10 tahun terakhir.


"Tren penurunan angka kemiskinan ini juga terjadi walaupun kita menggunakan kriteria angka kemiskinan Bank Dunia. Ini merupakan suatu kemajuan yang nyata dan patut kita syukuri," ungkap Presiden, saat menyampaikan pidato kenegaraan serta keterangan pemerintah tentang RAPBN 2009, di hadapan Sidang Paripurna DPR, di Jakarta, 15 Agustus 2008.


Benarkah menurun? Nyatanya nggak juga kok. Banyak pengamat ekonomi bilang data itu diambil sebelum kenaikan harga BBM akhir Mei 2008 lalu. "Pemerintah harus melihat kenyataannya lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya data yang ada kadang tidak sesuai fakta yang ada," ujar ekonom Indef Aviliani seperti yang dilansir okezone.com (15/08/2008).


Aviliani menambahkan, padahal saat pengambilan sampel untuk survei Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) tersebut tidak mencerminkan dampak kenaikan harga BBM yang dilakukan pada akhir Mei 2008.


Oke, kita kayaknya udah tahu gimana memperlakukan data statistik. Kita bisa menunjukkan kepada siapa pun dengan angka statistik, tapi banyak juga orang menggunakan data statistik untuk berbohong demi kepentingan tertentu. Jadi kacau banget kan? Hehehe.. nggak usah ikut-ikutan bingung apalagi berdebat soal data statistik, karena jumlah orang miskin tetap banyak dan itu bisa kita lihat faktanya dengan mata telanjang. Nggak perlu pake data statistik segala. Iya nggak sih?




Nggak hidup layak


Brur en Sis, dalam kehidupan sehari-hari udah sangat jelas bahwa banyak orang yang nggak hidup layak. Di Jakarta, kolong jembatan layang bukan sebatas tempat berteduh di kala panas dan hujan, tapi sudah menjadi 'surga' untuk hidup di bawahnya, berkembang-biak, dan menyambung hidup di ganasnya belantara ibu kota. Kalo kamu pernah naik kendaraan menelusuri jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta, di bawah jembatan layang itulah banyak dari saudara kita yang bermukim di sana. Gubuk-gubuk bertebaran dan berdesakan di bawah sana. Sementara nggak jauh dari situ, puluhan 'gubuk pencakar langit' (baca: apartemen) berdiri megah menampung ribuan orang yang bisa membeli atau menyewanya dengan harga mahal. Sebuah ironi. Tapi, itulah memang kenyataannya. Ini baru di satu tempat lho, belum tempat lain di sudut-sudut gelap Jakarta, Bro.


Untuk warga miskin di kota besar, jangankan kepikiran untuk ngomongin soal pendidikan bagi anak-anak mereka, untuk urusan dapur aja seringnya nggak mencukupi. Gimana nggak, kerja seharian banting-tulang dan peras-keringat, penghasilannya hanya berkisar di angka Rp 20 ribu ampe Rp 30 ribu. Malah ada yang di bawah banget, yakni nggak nyampe Rp 10 ribu sehari. So, wajar kalo ada di antara mereka yang berpikir 'kreatif' dengan menjual daging rusak dan nggak layak konsumsi. Siapa tahu bisa menyambung hidupnya yang empot-empotan. Kasihan memang.


Sobat muda muslim, boleh dibilang kemiskinan itu bikin segalanya jadi susah. Mau belajar susah kalo nggak punya duit banyak, karena pendidikan sekarang hanya bisa dibeli dengan duit yang nggak sedikit. Memangnya ada pendidikan gratis di jaman sekarang? Ada kok. Tapi kualitas dan fasilitasnya ya seadanya gitu. Lagipula jumlahnya nggak sebanyak sekolah yang harus bayar. Sehingga akses untuk mendapatkan pendidikan pun jadi terbatasi bagi warga miskin. Maka, wajar kalo kemudian ada penulis yang bikin buku: Orang Miskin Dilarang Sekolah sebagai bentuk satire alias sindiran kepada siapa pun terutama pemerintah.


Bagaimana dengan kesehatan? Hmm.. nggak jauh beda euy. Bagi warga miskin, kesehatan tak mudah untuk bisa mereka dapatkan begitu saja. Memang pemerintah melalui Departemen Sosial dan Departemen Kesehatan ngadain banyak program untuk memperhatikan warga miskin, khususnya di bidang kesehatan, tapi prosedur untuk ngedapetin surat keterangan miskin aja agar bisa berobat berbelit sampe akhirnya orang yang sakit jadi malas ngurus begituan. Hasilnya, ya pasrah aja sampe maut menjemput. Duh, sampe segitunya ya? Jadi bener nih orang miskin dilarang hidup?


Mungkin sebagian orang berpikir, daripada tinggal di kota besar tapi hidup nggak layak, pulang kampung saja. Hmm.. nggak semua orang bisa hidup enak di kampung halamannya. Justru banyak orang desa yang niat awalnya datang ke ibu kota adalah untuk mengadu nasib. Di desa udah nggak ada yang bisa dikerjakan, karena di desanya juga kemiskinan menderanya tak kunjung henti. Kalo di kota besar, paling nggak kalo mau rajin bisa dapet duit. Ngamen di bis atau di perempatan lampu merah, atau jadi pemulung barang-barang bekas yang bisa didaur-ulang, atau sebagian ada juga yang merasa harus mengeksploitasi cacat tubuhnya untuk memicu iba dari banyak orang demi ngumpulin rupiah. Banyak yang bisa dilakukan di kota besar. Mulai dari yang terpuji sampai yang tercela, dari yang baik sampe yang buruk, dari yang benar sampe yang salah. Bergantung kepada kualitas iman yang dimilikinya.




Kemiskinan struktural


Miskin, menurut Imam Syafi'i dan jumhur ulama, adalah "memiliki sesuatu (penghasilan/pendapatan) tapi tidak mencukupi (kebutuhan pokok)". Secara sunatullah kemiskinan telah muncul dalam kehidupan manusia. Allah Swt. emang meninggikan rizki sebagian manusia atas sebagian yang lain. Sebagaimana firman Allah Swt.:



اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ



"Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS al-Ankabuut [29]: 62)


Bro, secara faktual atau kenyataannya, Pak A.M. Saefudin, mantan Menpangan, pernah membagi kemiskinan sebagai kemiskinan alamiah (natural poverty) dan kemiskinan struktural (stuctural poverty). Yang pertama, terjadi karena misalnya cacat mental atau fisik, lahir dari dan dalam keadaan keluarga miskin dan faktor lain yang tak terduga (bencana alam, kebangkrutan dan lain-lain). Sedangkan kemiskinan struktural diciptakan oleh sistem, nilai dan perilaku bejat manusia.


Dalam masyarakat sekarang yang dibangun atas dasar kapitalisme-sekularisme, sangat mungkin terjadi yang namanya kemiskinan struktural. Kemiskinan buatan akibat diterapkannya kebijakan oleh pemerintah yang berakibat kepada kemiskinan massal untuk kalangan tertentu dan kekayaan massal untuk kalangan tertentu pula. Lihat deh, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Nggak imbang banget.


Akibat diterapkannya kebijakan kenaikan harga BBM pada akhir Mei 2008 lalu, kini jadi banyak warga miskin baru. Nggak perlu angka statistik yang rumit, karena faktanya bisa kita jumpai di sekitar kita. Silakan tajamkan mata untuk melihat kenyataan. Asahlah kepekaan telinga untuk mendengar jeritan tertahan warga miskin yang antre minyak tanah (meski kini udah semakin langka karena diganti gas elpiji-yang ternyata juga ikutan susah dicari karena belum terdistribusi semua dan produksinya belum cukup). Dampak ikutannya juga nggak kalah mencekik, maka kita saksikan bersama harga-harga sembako merayap naik secara mengejutkan karena ongkos kirim membengkak gara-gara harga BBM naik, ongkos transportasi juga ikutan melambung tinggi. Biaya pendidikan, biaya kesehatan, dan lainnya yang merupakan bagian dari rangkaian akibat kebijakan tersebut akhirnya makin bikin parah keadaan. Yup, kita sengsara bersama kapitalisme.


Kita semua sadar dan tahu bahwa kemiskinan akan selalu ada dalam masyarakat apapun. Hanya saja masalahnya adalah, bagaimana upaya untuk menanggulangi dan memecahkan problem kemiskinan tersebut. Bila bicara tentang pengaturan dan pemecahan problem kemiskinan, maka hal ini jelas berkaitan erat dengan sistem yang diterapkan oleh negara yang bersangkutan. Tak mustahil, kemiskinan yang sifatnya sudah sunatullah akan tetap langgeng karena negara membantu memperparah kemiskinan tersebut dengan sistem yang diterapkannya. Inilah yang berbahaya dan sangat mematikan kehidupan masyarakat.


Dalam sistem kapitalisme, para konglomerat (baik kelas kakap maupun kelas teri) dengan leluasa bisa mengendalikan sistem perekonomian. Penimbun misalnya, mereka bisa dengan bebas mengumpulkan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat, kemudian menunggu waktu yang pas untuk dilempar ke konsumen dengan harga yang melambung. Ironinya, negara masih percaya dan rela diinjak-injak di bawah telapak kaki para konglomerat. Nggak bisa apa-apa. Jelas ini akan membuat masyarakat menderita karena harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Hasilnya, kemiskinan alaminya udah ditambah dengan kemiskinan struktural yang membuat masyarakat semakin terpuruk.


Apa yang harus kita lakukan? Hmm.. nggak usah jauh-jauh nyari jalan keluar, Islam udah punya solusinya, kok. Tentu jika Islam diterapkan sebagai ideologi negara. Sistem Islam akan mengupayakan langkah-langkah dalam mensejahterakan rakyat. Pertama, mengharamkan penimbunan harta. Islam melarang siapapun yang menimbun harta. Ihtikâr (penimbunan) hukumnya haram. Sa'id bin al-Musayyab dari Ma'mar bin Abdullah al-Adawi menyatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Tidak akan melakukan penimbunan selain orang yang salah (al Khâthi`)" (HR Muslim)


Hal ini umum berlaku untuk semua barang termasuk makanan. Al-Asram meriwayatkan dari Abi Umamah dengan menyatakan: "Rasulullah saw. telah melarang penimbunan makanan."


Karena itu, tindak penimbunan ini merupakan suatu tindakan kriminal. Islam menetapkan hukumannya adalah ta'zîr. Artinya, bisa diambil salah satu atau kombinasi dari bentuk hukum Islam baik denda, cambuk, diasingkan, penjara, dipotong tangan, atau hukum Islam lain seperti hukuman mati. Sekalipun demikian, Abdurrahman al-Malikiy menyatakan hukuman bagi penimbun adalah hukum cambuk dan penjara tiga tahun (Nizham al 'Uqûbt, hlm. 191).


Kedua, memerintahkan agar harta beredar di seluruh anggota masyarakat, tidak hanya beredar di kalangan tertentu saja. Sebagai firman Allah Swt. (yang artinya): "supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu." (QS al-Hasyr [59]: 7)


Ketiga, pemerintah hendaklah mengeluarkan dana khusus untuk kebutuhan mendesak anggota masyarakatnya. Bisa diambil dari Baitul Maal (bukan Baitul Maal yang ada sekarang, itumah cuma nama doang), Baitul Maal di masa Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam) adalah "rumah harta" yang disuplai pemasukannya dari zakat, jizyah, dan pos pemasukan lainnya (lebih lengkap bisa dibaca dalam Kitab al-Amwal fi Daulah al-Khilafah, karya Syaikh Abdul Qadim Zallum). Cadangan harta yang ada di situ bisa digunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat.


Keempat, menetapkan hukum waris, sebagai upaya untuk memecah dan membagikan harta kepada yang berhak atasnya. Kalo sekarang, orang malah rebutan harta waris. Yang seharusnya berhak kagak dapet, yang seharusnya nggak dapat malah ngambil paling banyak. Kacau banget kan?


Kelima, Islam melarang berlaku kikir dengan tidak menikmati dan memanfaatkan harta yang dimilikinya dalam batas-batas yang ditentukan syara'. Yup, dilarang bagi kaum muslimin untuk pelit bin kikir, dan tentu dianjurkan untuk berbagi dengan sesamanya. Dilarang pula kaum muslimin untuk membelanjakan hartanya di jalan yang maksiat atau menikmati kemaksiatan dengan hartanya.


Keenam, Islam menjadikan sebab-sebab pemilikan harta berdasarkan hukum syara', dengan beberapa cara. Dalam hal ini Islam akan melarang bentuk sistem ekonomi ribawi. Akan diatur tuh, dapetnya dari mana. Kalo hasil judi, hasil nyolong atau korupsi pasti akan dimintai pertanggungan-jawabnya dan hukuman siap menanti.


Insya Allah, dengan adanya aturan dan sanksi yang diterapkan Islam, nggak bakalan ada lagi orang miskin yang hidupnya nggak layak, apalagi dilarang hidup dengan dibiarkan mereka nyari selamat sendiri. Tapi inget lho, kapitalisme-sekularisme, yakni sistem kehidupan yang diterapkan oleh negara saat ini, sampe tuyul gondrong juga nggak bakalan bisa menyelesaikan masalah ini-termasuk masalah kehidupan lainnya. Cuma Islam yang bisa. Namun ada syaratnya, yakni Islam yang diterapkan dan dijadikan sebagai ideologi negara. Setuju kan? Harus dong ya. [solihin: osolihin@gaulislam.com]

Sabtu, 01 November 2008

Ramadhan Ceria Tanpa Maksiat

gaulislamedisi 047/tahun I (15 Ramadhan 1429 H/15 September 2008)




Tepat saat kamu membaca buletin gaulislam edisi kali ini, Ramadhan kamu pas udah di tengah-tengah. Betul apa bener? Ramadhan udah separuh jalan, itu artinya separuh langkah lagi bakal menjumpai Idul Fitri (dalam bahasa pasaran di sini disebut lebaran). Gimana perasaan kamu menjelang lebaran yang itu artinya mengakhiri Ramadhan? Pasti nano-nano kali yah, ada senengnya, ada sedihnya ada harap-harap cemas alias H2C. Kok bisa?


Seneng karena lebaran adalah momen kemenangan dari menahan hawa nafsu selama sebulan penuh. Siapa juga yang nggak senang bila ia meraih kemenangan, tul kan? Sedih karena meninggalkan bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan dari Allah Swt. H2C alias harap-harap cemas karena kita nggak bakal tahu seberapa panjang umur kita sehingga bisa menjumpai Ramadhan tahun depan. Nah, mumpung masih suasana Ramadhan, semangat ini kudu kamu jaga hingga akhir nanti bahkan selama 11 bulan berikutnya dong ya. Jangan cuma taat dan insaf ketika Ramadhan aja, tapi kemudian malah balik lagi berbuat maksiat ketika di bulan lain. Naudzubillah banget deh!




Fenomena bunglon


Kamu tahu binatang bunglon? Itu tuh, yang kulitnya suka berubah-ubah warnanya tergantung di mana ia hidup. Kalo pas ia ada di tanah, warna kulitnya jadi coklat kehitaman kayak tanah. Kalo pas di deket daun, warna kulitnya jadi ikutan hijau kayak daun. Pokoknya 'plin-plan' gitu deh, tergantung situasi dan kondisi. Wajar aja sih, namanya juga hewan.


Tapi jangan salah, banyak banget manusia saat ini yang demen ikutan jejak si bunglon. Ketika Ramadhan menjelang, banyak cewek jadi pake kerudung. Apalagi dengan booming-nya film Ayat-Ayat Cinta dan wajah cantik Rianti Cartwright yang pake cadar, banyak banget cewek jadi ikut-ikutan. Tapi karena Mbak Rianti sendiri pake kerudung dan cadar pas cuma main film, maka banyak cewek juga ikut-ikutan pake kerudung dan menutup aurat secara bongkar pasang alias nggak konsisten. Momen Ramadhan pun menjadi waktu yang pas buat tampil dengan penampilan baru full 'kerudung Humairah' yang lagi tren kayak di sinetron.