Jumat, 31 Oktober 2008

animo #046

Assalamu'alaikum. Terima kasih ya GI. Kamu emang kerena banget. Bahas tema apapun, dari ringan sampe berat, tetap asyik untuk dibaca. Salam buat semua kru GI dan pembaca GI di mana saja berada. Hidup Islam!



Tsania Arsyad, Bekasi [putrixxxxx@ymail.com]




'alaikumussalam Tsania. Mksh ya atas apresiasinya. Terima kasih bwt kamu. Tetap semangat!



Asslm. Wr.Wb. Kritikan nih buat GI. Mengapa GI di daerahku jadi nggak ada lagi? Apakah GI udah nggak terbit lagi atau ada kasus apaan nih?



Amin Savero, Jakarta Timur [ahmadxxxxx@sarapan]




Wswrwb Amin. Silakan terus tanya ke agennya. Atau kamu mau jadi agennya GI di Jakarta? :-)



Assalaamu'alaikum. mO tnYA jA. Apkh sama STudiA ama gaulislam? KoQ baik teMa, gAYa bhsA ama solusinya SAmA? Pnulisnya juga ada yg gaBUng di StuDia dulu. Jd, gmN niH?



Irwandy, Tangerang [+6285619258xxx]




'alaikumussalam Irwandy. Serupa tp tak sama. Studia udah dibubarkan, tp sbagian bsr personelnya kmudian garap gaulislam. Penulis en editornya jg sama, shingga rasa bahasannya sama. Jd silakan nilai sndiri aja ya :-)



Asslm. Wrwb. Ada yg bilang bahwa GI dilarang beredar ya? Di beberapa daerah juga begitu. Sayang banget, padahal isinya bagus en keren abiz. Trus brjuang GI!



Akutagawa, Bogor [muhibxxxxx@yahoo.co.id]




'alaikumussalam Akutagawa. Bgitulah faktanya. Tp alhamdulillah, GI ttp jd bacaan favorit rmj Islam. Mksh.

Kamis, 30 Oktober 2008

Gembira Sambut Ramadhan

gaulislamedisi 045/tahun I (1 Ramadhan 1429 H/1 September 2008)




Ramadhan yang dinanti-nanti akhirnya datang juga. Bulan yang dirindukan oleh orang-orang yang beriman ini hadir dan pantas banget kalo menyambutnya dengan penuh gembira. Bukan dengan nyundut petasan-apalagi ngelempar bom molotov ke tiap rumah-tapi kita sambut dengan doa-doa, berharap kita bisa full mengisinya dengan amalan shalih. Kita sambut dengan hati yang ikhlas dan penuh sanjungan kepada Allah Swt. yang Maha Memberi. Soalnya, kita udah dikasih nikmat bisa sampe ke bulan yang mulia dan penuh barokah ini.


Bro en Sis, di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah seperti yang dijelaskan dalam riwayat Bukhari dari Abu Hurairah ra berkata: berkata Rasulullah saw.: "Ketika telah masuk bulan Ramadhan maka dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka jahannam, dan dibelenggu semua syaithan." Dalam Riwayat Bukhari yang lain; "ketika telah tiba bulan Ramadhan maka di bukakan pinti-pintu surga."


Subhanallah, betapa mulianya bulan ini, Bro. Kalo boleh mengumpamakan, Allah Swt. di bulan Ramadhan ini ngasih semacam BIG SALE pahala. Banyak bonus-bonus amalan shalih yang kita lakukan bakalan dilipat-gandakan oleh Allah Swt. Luar biasa!


Rabu, 29 Oktober 2008

Buktikan Kalo Kamu Cinta Islam!

gaulislamedisi 044/tahun I (23 Sya'ban 1429 H/25 Agustus 2008)




Malu tampil islami? Waduh, malu tuh kalo kamu berbuat salah. Kalo nggak berbuat salah mah, nggak perlu malu dong ya. Tampil islami tuh buat nunjukkin kepribadian kita bahwa kita adalah muslim or muslimah. Nggak usah malu pake jilbab dan kerudung. Nggak perlu malu yang cowok pake baju koko dan peci plus sarung. Meski tentu jilbab dan baju koko or sarung tuh bukan jaminan kalo kamu benar-benar islami. Kok bisa? Iya, percuma aja pake simbol-simbol agama tersebut, tapi pikiran dan perasaan kamu nggak konek sama sekali dengan Islam. Artinya, meski pake baju koko dan jilbab tapi dalam keseharian tuh malah gaul bebas dengan lawan jenis, terlibat narkoba, ngomongnya sering nyakitin hati orang, termasuk ghibah alias ngegosip jadi acara wajibnya. Waduh, itu sih nggak islami dong ya.


Sobat, berani tampil islami tuh emang luas banget. Tapi yang pasti kudu mendapat perhatian adalah bukan cuma aksesoris luar yang kamu berani kenakan. Tapi kepribadian kamu juga kudu mencerminkan ajaran Islam. Biar match alias kagak tulalit gitu lho.


Bro, idealnya memang orang yang ngerti agama tuh selain seneng mengenakan simbol agama, juga pikiran dan perasaannya harus taat dengan aturan agama. Kalo cuma mengenakan peci dan baju koko, siapa aja bisa dan mampu. Kalo hanya mengenakan kerudung dan jilbab, orang kafir aja bisa kok mengenakannya. Kita jadi nggak tahu apakah mereka muslim atau bukan. Bahkan sangat boleh jadi penilaian kita langsung menyimpulkan kalo yang mengenakan simbol agama (Islam) itu adalah Muslim atau Muslimah. Betul nggak? Wong dalam film ar-Risalah aja, pemeran Hamzah adalah bintang Hollywood bernama Anthony Queen, yang pada waktu itu bukan Muslim. Meski ada kabar (yang masih perlu dicek kebenarannya) setelah main di film itu, doi kemudian masuk Islam. Wallahu'alam.


salam #044


Assalaamu'alaikum wr. wb.


Pekan ini, saat kamu baca gaulislam edisi 044, yang terbit serentak pada 25 Agustus 2008 ini udah berada di akhir bulan Sya'ban alias menjelang Ramadhan. Wuih, asiknya ketemu Ramadhan lagi. Bulan yang penuh ampunan, dan ladang amal untuk 'menimbun' pahala. Semoga kita semua sampai di Ramadhan dan bisa menikmati ibadah dengan tenang, dengan benar. Amin.


Sobat muda muslim, terima kasih atas kebersamaan kamu semua. Semoga kita akan tetap bersama dan bersatu selamanya dalam Islam. Insya Allah, gaulislam akan menemani kamu semua belajar Islam dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Informasi dan ilmu yang kamu dapatkan dari gaulislam semoga menjadi amunisi untuk melakukan perubahan. Perubahan dari kegelapan hidup yang diakibatkan Kapitalisme-Sekularisme, menuju perubahan kepada kebaikan yang ditebarkan Islam sebagai ideologi dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah. Insya Allah, kita akan lakukan perubahan demi tercapainya kehidupan yang baik bersama Islam. Sebab, cuma Islam yang benar dan baik.


Oya, terima kasih buat kamu semua yang udah ngasih masukan berupa saran dan kritik kepada gaulislam. Semua SMS dan e-mail yang masuk sangat berharga bagi kita-kita di sini. Trus nih, insya Allah kerjasama kita dengan Media Islam Net dan Radio KISI 93.4 FM Bogor akan tetap terjalin. So, di Ramadhan nanti, pantengin kita tiap hari dari mulai jam 17.00 ampe maghrib di radio ye!



Salam,


Redaksi

animo #044

Assalamu'alaikum. GI yang budiman, aq punya usul gmana kalo GI bwt crita spt humor syufi, hari akhir n keadaan Islam d luar Indonesia. It ja ide q otak q lg bntu. Tambhn gmana kalo GI nydiain shbt silatrhmi lwt hp bwt para pnggemarnya GI, supaya gak ada penipuan GI ngirmna ke no yg pernah msk ja. Bwt nama, umur, skul n alamat plh mana yg bgs. Thanks y. Wslm. Annisa, Sijunjung, Padang.



Annisa, Sijunjung-Padang [+6285263090xxx]




'alaikumussalam Annisa. Usul2mu qt godok dl ye. Kalo emang asik, bs aja qt kabulkan. Tp khusus utk "pnggmar GI" blm bs ya. Khawatir disalahgunakan. Ok? Makasih ya.



Asslm. Wr.Wb. Edisi remaja gagap sejarah ama kemerdekaan keren banget. Makin hari GI makin keren aja. Insya Allah nggak ada buletin sekeren GI. Makasih.



Kuncoro, Jakarta [kuncoroxxxxx@gmail.com]




Wswrwb Kuncoro. Alhamdulillah. Terima kasih ya.



Assalaamu'alaikum. TriMA ksH GI dAh angKAt teMa tTg kmeRdeKAan. Aq jd NGErti klO kiTa saAT ini pd daSArnya blM MerDeka. MaRI kaUM msLIMin wjB tegaKKan KHILAFAH!



Azzura May, Serpong [+6281803717xxx]




'alaikumussalam Azzura May. Terima ksh jg bwt kamu ya. Smoga yg GI smpaikan jd wa2san bwt kamu. Enjoy!



Asslm. Wrwb. UsulQU bwt GI, gmn klo pas Ramadhan adain tips2 Ramadhan & artikelnya jg. AsIK tUh!



Bening, Bogor [+6281385497xxx]




'alaikumussalam Bening. Hmm.. usulmu boleh juga tuh. Ok, kita tampung dulu ye. Makasih udah mau baca GI :-)


Selasa, 28 Oktober 2008

Merdeka? Ih, Mau Dong!

gaulislamedisi 043/tahun I (16 Sya'ban 1429 H/18 Agustus 2008)




Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan, katanya. Upaya untuk memperingati pun dilakukan dengan berbagai cara mulai dari lomba makan kerupuk hingga panjat pinang dan tangkap belut. Di setiap sudut kota, kampung dan desa dihias sedemikian rupa dengan warna dominan merah dan putih sebagai simbol bendera bangsa. Lampu-lampu dipasang warna-warni menyemarakkan suasana. Meriah!


Bro, kayaknya nih bulan bagi hampir seluruh rakyat Indonesia diperingati sebagai momen kemerdekaan. Bebas dari penjajahan secara fisik oleh Wong Londo. Pada tanggal 17 Agustus, konon kabarnya sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih diadain upacara peringatan detik-detik proklamasi. Tapi lucunya, begitu udah beres, eh malah lomba balap karung dan panjat pinang. Lebih seru lomba nginjek ranjau kali ya? Atau lomba manjat tiang bendera daripada panjat pinang. Tapi, itulah fakta saat ini. Memperingati kemerdekaan kok jauh dari makna merdeka itu sendiri. Kasihan bangsa Indonesia!




Merdeka, atau… mati?


Secara konstitusi, Indonesia dinyatakan merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945 yang dideklarasikan oleh Presiden Soekarno dan Bung Hatta. Hal inilah yang diyakini oleh mayoritas manusia baik dalam maupun luar negeri tentang kapan hari kemerdekaan Indonesia. Sejak anak TK hingga professor sepakat menjawab dengan tanggal tersebut.


Faktanya, apa benar Indonesia sudah benar-benar merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945? Merdeka itu kan artinya bebas. Bebas dari penjajahan dalam bentuk apa pun juga. Nah, sekarang yuk kita telusuri apa benar kita sudah terbebas dari penjajahan alias merdeka dalam segala bidang?


Merdeka secara formal konstitusional (halah, bahasanya bikin lidah kelipet, hehehe..) Indonesia bisa dibilang sudah merdeka. Tapi merdeka secara hakiki alias bebas menentukan nasib sendiri tanpa didikte oleh bangsa lain, hmm... kayaknya belum deh. Why? Coba lihat aja hal-hal di sekitar kita yang dekat dengan kehidupan kamu. Ketika berangkat sekolah, berapa kamu harus bayar angkot mengingat kenaikan BBM yang makin mencekik akhir-akhir ini. Terus berapa uang SPP yang harus dibayar ortumu supaya kamu bisa tetap sekolah, harga buku, harga baju seragam dll. Walhasil, kalo kamu nggak bisa bayar itu semua, jangan harap kamu bisa menikmati bangku sekolah seperti saat ini. Makanya, pantas aja sampai-sampai ada buku terbit dengan judul 'Orang miskin dilarang sekolah' sebagai sindiran betapa mahalnya harga pendidikan di negeri ini.


Pulang sekolah, kamu pasti merasa lapar apalagi bagi mereka yang uang sakunya pas-pasan jadi nggak bisa jajan di kantin sekolah. Sesampai di rumah, makanan belum ada karena ibumu pusing dengan harga minyak tanah yang melambung tinggi. Sudah mahal, tuh minyak hilang pula dari pasaran. Mau beli elpiji, nggak punya uang untuk beli isi satu tabung hijau kecil itu, yang bagaimana pun harganya lebih mahal daripada minyak tanah. Duh pusing….katanya Indonesia kaya akan tambang minyak bumi, tapi harga minyak malah melambung tinggi.


Fenomena antrian minyak tanah yang sampai puluhan meter di banyak daerah di Indonesia, mengingatkan kita pada zaman penjajahan Jepang dulu. Belum lagi antrian yang lainnya semisal beras murah, minyak goreng murah hingga pembagian BLT yang masih pro dan kontra itu. Persis kayak zaman Indonesia tempo dulu ketika kebutuhan pokok sulit diperoleh karena memang itu adalah salah satu taktik penjajah dalam mengendalikan tanah jajahannya. Bedanya kalo di zaman penjajahan dulu itu para pemimpin mencari cara untuk merdeka hingga titik darah penghabisan, lha kalo pemimpin kita sekarang malah merdeka sendiri sambil duduk di kursi empuk sembari menikmati tetesan keringat dan darah rakyatnya. Waduh!


Pemerintah sering berdalih kalo semua kebijakan menaikkan harga BBM adalah untuk mengurangi angka kemiskinan. Angka kemiskinan memang berkurang drastis karena banyak rakyat mati akibat kebijakan yang sarat dengan nuansa pesanan asing ini. Kalo rakyat miskin banyak yang mati kelaparan, secara statistik hal ini akan mengurangi angka kemiskinan yang ada di negeri ini. Ironis! Bukan merdeka, tapi mati!


Seperti inikah potret merdeka yang dicita-citakan oleh negeri ini? Terus, kalo dipikir-pikir, kenapa juga negeri ini seakan-akan sulit sekali meraih kemerdekaan hakiki dalam makna yang sebenarnya, bukan hanya merdeka semu yang setiap tahun diperingati dengan lomba murahan dan upacara. Ternyata semua itu ada jawabannya loh.




Duh, nyatanya kita masih terjajah


Yup, Indonesia sebetulnya belum benar-benar merdeka dalam arti sesungguhnya. Negeri ini masih terjajah dalam banyak segi atau bahkan di semua segi kehidupannya. Mulai dari perekonomiannya yang sangat kapitalistik dengan sistem riba, pendidikan yang sekuler pol, kehidupan sosial yang egois dan mementingkan diri sendiri, kebudayaan yang bisanya cuma membebek asing, politiknya berlaku hukum rimba siapa kuat dia yang menang, pertahanan keamanan yang masih tergantung pada kebijakan Amerika dan sekutunya, penegakan hukum yang setengah hati, dll. Belum lagi ideologinya yang nano-nano alias campur-baur antara kapitalis, sosialis dan sedikit Islam.


Pernah nggak di sekolah kamu mendapat dogma dari pelajaran PPKN bahwa Indonesia bukan negara agama tapi juga bukan negara sekuler. Terus apaan tuh? Karena semua serba bukan, Indonesia akhirnya jadi negara yang bukan-bukan kayak sekarang ini. Nggak jelas mau berpijak kemana or melangkah kemana. Ibarat orang mau membangun rumah, bentuk pondasinya kacau balau dan nggak tahu apa yang dimau. Semua serba setengah hati. Karena pondasi atau dasar yang nggak jelas, akhirnya banyak masuk pesanan asing mendikte apa mau mereka untuk dipaksakan pada pondasi dan bangunan yang akan didirikan.


Indonesia pun masih terjajah. Selamanya negeri ini akan terjajah bila tak ada kemauan kuat dari masyarakatnya untuk keluar dari penjajahan ini. Ironisnya, sangat sedikit orang yang sadar bahwa bangsa ini masih terjajah. Mayoritas yang ada malah bersikap sebaliknya, yaitu bersuka-ria karena menganggap bahwa bangsa ini sudah merdeka sehingga sulit diajak nyadar dan berpikir. Lomba-lomba sekadar lucu-lucuan giat dilaksanakan, semisal lomba balap karung, sepakbola pake sarung, menangkap belut, makan krupuk, dll. Semua itu hanya hiburan sesaat untuk melupakan beban hidup yang berat. Setelah lomba selesai, masyarakat dihadapkan lagi pada masalah hidup yang menghimpit. Sungguh, negeri ini benar-benar belum merdeka!




Yuk, raih kemerdekaan!


Bro en Sis, kamu udah pada ngeh kan bahwa negeri ini tuh masih belum merdeka dan terjajah dalam semua segi kehidupan? Hanya manusia hidup saja yang enggan hidup dalam kondisi terjajah. Dan cuma mayat hidup saja yang pasrah dengan nasib buruk sebagai bangsa terjajah. Saya yakin kamu semua bukan termasuk golongan zombie ini. Jadi ayo, mulai sekarang kita bergerak untuk keluar dari penjajahan ini. How?


Pertama mula, merdekakan pikiran kamu dari semua hal berbau penjajahan. Bebaskan diri kamu dari mental sebagai orang terjajah. Buang pemikiran rusak dan bobrok dari penghambaan kepada hawa nafsu berganti menjadi penghambaan pada Allah Swt. saja. Campakkan sikap membebek pada ideologi dan gaya hidup selain Islam untuk kemudian meyakini bahwa hanya Islam yang pantas jadi ideologi dan gaya hidup seorang muslim. Emang ada yang lain? Nggak mungkin!


Kedua, bila keyakinan ini telah menancap kuat dalam benakmu, jangan diam. Meraih kemerdekaan bukan kerja satu orang, tapi kerja bersama melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan. Ayo sebarkan keyakinan bahwa kita harus meraih kemerdekaan ini hanya dengan kembali pada Islam dan aturannya saja. Ideologi dan gaya hidup Islam ini hanya bisa terwujud dalam sebuah institusi bernama Khilafah Islamiyyah.


Jangan takut susah dan menderita dalam perjuangan meraih kemerdekaan yang hakiki ini. Karena sungguh, tak ada yang namanya jalan enak bagi para pejuang. Terjal dan berliku adalah sunatullah perjuangan. Dan hanya satu saja yang membedakan mental pejuang sebenarnya dengan yang pura-pura sok jadi pejuang. Pejuang sejati tak kenal kompromi dengan para penjajah. Sedangkan pejuang gadungan selalu mencari dalih agar kerasnya perjuangan bisa diperlunak dengan beribu alasan.


Perbedaan yang lain adalah, kalo perjuangan standar biasanya berbumbu nasionalisme, perjuangan kita kali ini berskala internasionalisme. Dengan melakukan langkah di atas, kita tak cuma membebaskan Indonesia dari penjajahan namun secara bertahap, kita membebaskan dunia secara keseluruhan. Yakinlah, saudara-saudara kita di belahan bumi yang lain juga sama-sama berjuang menuju kemerdekaan hakiki dengan Islam. Dan yang lebih asyik lagi, kemerdekaan yang akan kita raih, tidak hanya berdimensi dunia saja namun bakal kita bawa hingga akhirat kelak berupa pahala dan surgaNya. Wow…keren kan?



So, perjuangan belum berhenti, teman. Perjuangan meraih kemerdekaan ini harus dilaksanakan tanpa kekerasan. Jangan mau kamu diadu-domba sesama muslim oleh kaum kafir dengan tudingan terorisme. Jangan pula kamu mau dijebak dengan isu bom dan sebutan Islam garis keras, radikal, ekstrimis dan berbagai julukan menyudutkan lainnya. Perjuangan kita adalah perjuangan pemikiran yaitu membebaskan umat dari pengaruh dogma rusak semacam penyakit demokrasi dan sipilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme). Kita nggak butuh bom untuk menyerang paham-paham rusak di atas. Yang kita butuhkan hanya pemikiran yang kuat dan tajam, bukti akurat dan pemahaman Islam yang utuh, nggak separuh-separuh. Itu saja senjata kita. Plus tentunya keimanan yang mendalam sehingga pertolongan Allah akan segera terwujud di tengah-tengah kita.


Semoga tulisan sederhana ini mampu menyadarkan kamu-kamu yang dulunya percaya bahwa negeri ini telah merdeka. Dan semoga tulisan ini bisa menjadi bekal kamu untuk menularkan semangat perjuangan meraih kemerdekaan hakiki dari tangan penjajah kapitalis dan sistem kufurnya. Yuk sama-sama kita tekadkan di hati bahwa hidup terjajah itu nggak asik. Hidup sebagai budak ideologi sekuler itu nggak keren. Emang kamu nyaman bisa khusyu shalat sementara begitu kelar sholat langsung pamer aurat? Ih, memalukan! Yang asik dan keren nih cuma ketika kita menjadi makhluk bebas dan merdeka dalam sebuah sistem sempurna yaitu syariat Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah. Untuk menuju ke sana, tentu butuh perjuangan kita bersama.


Pertanyaannya, maukah kamu menjadi salah satu pejuang itu? Imbalannya bukan hanya mulia di dunia saja namun kebahagiaan akhirat pun telah menunggu kita, insya Allah. Jadi, tak ada alasan lagi kan bagi kita untuk mangkir dari meraih kemerdekaan hakiki dalam naungan ilahi? Iya nggak sih? So, merdeka? Ih, mau dong! [ria: riafariana@yahoo.com]

salam #043


Assalaamu'alaikum wr. wb.


Alhamdulillah kita bisa ketemu lagi, bisa komunikasi lagi, meski jembatannya hanya buletin ini. Tapi alhamdulillah, SMS dan e-mail yang masuk ke redaksi gaulislam sudah membuktikan bahwa kamu semua memang bisa mengakses gaulislam di manapun kamu berada. Itu artinya pula, gaulislam benar-benar dibaca. Semoga pula bukan cuma dibaca, tapi dipelajari, dipahami, dan juga diamalkan isinya. Kalo ada yang salah, jangan sungkan untuk menyampaikan kritik ke redaksi gaulislam. Secara khusus seluruh kru gaulislam ngucapin banyak terima kasih kepada kamu semua yang udah baca artikel-artikel di buletin kesayangan kita ini, juga yang tentunya udah setia ngasih masukan berupa saran dan kritik buat gaulislam. Pokoknya, sip deh!


Sobat muda muslim, seperti kata pepatah, "mati satu tumbuh seribu", maka ketika sejumlah agen gaulislam di beberapa daerah bertumbangan, alhamdulillah, atas izin Allah dari usaha yang terus kita lakukan, akhirnya tumbuh agen-agen baru yang "bersih" dari intervensi siapa pun sehingga insya Allah degan ikhlas menyebarkan gaulislam demi tersebarnya Islam ke seluruh penjuru dunia, menembus siang dan malam, dan semoga saja bisa memasuki seluruh rumah di negeri ini, dan juga negeri manapun. Insya Allah kita akan mengerahkan kemampuan kita menyebarkan kebenaran Islam melalui edisi cetak, internet, dan juga radio. Semoga ke depannya kita bisa menjumpai kamu semua di layar kaca. Semoga.



Salam,


Redaksi