Minggu, 26 Oktober 2008

animo #041

Assalamu'alaikum. subhnAlLaH GI mang gw BgT! Q mpe nangis wkt GI ngjaK umat bwt negaKin KhiLaFah! BTW, acra workShop menulis adain jg dunk di BogoR! SyukraN.



sisKa, Bogor [+6285691058xxx]




'alaikumussalam sisKa. Duh, hik..hik.. id ikutan terharu deh. Makasih ya. Untuk workshop menulis, kt udah adain kok di Bogor. Publikasinya bs dibaca di edisi ini. Ok?



Asslm. Wr.Wb. Wuah GI mkn kren ja th dngn 3dsi 035. Mkin nambh d3m3n ni Ma GI. Tetp $mangt!



Eli, Nagan Raya [+6285275937xxx]




Wswrwb Eli. Makasih ya. Kamu jg keren deh! Semangat!



Assalaamu'alaikum. Bhsn GI 33-34 top bgt. Tlg bhs jg sptar hijab bt akhwat ato gaul cr Islam, mmilih ormas Islam yg nyar'i bt rmj. Wslm. Khalifah JuanG



Anonim [+628154239xxx]




'alaikumussalam ya. Wow, makasih banget atas apresiasinya. Usulmu coba kt 'godok' dulu ye. Makasih.



Asslm. Wrwb. SALUT buat GI. Empat jempol nih bila perlu. 2 jempol kaki dan 2 jempl tangan. Thx juga buat KISI 93.4 FM yg udah krjasama dg GI ngadain acara KLINIK GAULISLAM. Gue salut banget ama GI dan KISI. Pembahasannya oke. Obrolannya ngalir. Jadi aku bs dapetin penjelasan utuh dari penulisnya langsung. Bravo!



Reno, Bogor [narutoxxxxx@plasa.com]




'alaikumussalam Reno. Waaah, kamu emang TOP juga tuh. Pagi2 udah mau gabung ama kita2 dengerin acara [klinik] gaulislam. So, stay tune trus ya di KISI 93.4 FM!

Sabtu, 25 Oktober 2008

Jadi Senior Jangan ‘Diktator’

gaulislamedisi 040/tahun I (25 Rajab 1429 H/28 Juli 2008)




Bro, kalo menurut Kamus Bahasa Indonesia sih, istilah diktator itu adalah kepala pemerintahan yang mempunyai kekuasaan mutlak. Ciri-cirinya antikritik. Anti perubahan, wis pengen gayanya sendiri gitu lho. Nah, kenapa dalam judul tulisan ini diberi tanda petik: 'diktator'? Karena bukan arti sesungguhnya sebagai kepala pemerintahan. Tapi bisa pula meliputi kepemimpinan di sebuah sekolah, mungkin ada kepala sekolah yang diktator, ada ketua OSIS yang diktator, ada ketua Rohis yang juga diktator. Termasuk para senior di sekolah or di pengajian yang merasa besar kepala nggak mau dikalahkan sama yuniornya. Prinsipnya: aturan pertama adalah senior pasti benar. Aturan kedua: kalo senior ngelakuin kesalahan, lihat aturan pertama. Wacks! (beeeuh, itu sih namanya pengen menang sendiri, dong ya?)


Sobat muda muslim, istilahnya emang serem abis ya: Diktator! Jadi bisa ngebayangin deh kalo model gini berarti pemimpinnya galak bener. Kalo dalam pemerintahan bisa refresif alias brutal secara fisik: mengejar, memukul, meringkus, memenjarakan, bahkan membunuh orang-orang yang nggak setuju dengan pendapatnya. Bukan diajak dialog, tapi langsung dimusuhi. Lha, piye iki ya? Apa kamu suka punya senior macam gitu? Kerjaannya bukan melindungi yunior tapi malah memeras yunior agar mau tunduk pada mereka. Jadi ada jatah wajib setor duit atau harta sama senior dan melakukannya dengan ancaman bahkan kekerasan. Idih, ini senior atau preman?


Maka, nggak heran dong kalo sampe budaya "perbedaan kelas" ditunjukkin sama senior untuk menekan yunior. Senior malah fasih teriak memaki yunior ketimbang menemani mereka belajar dan mengenalkan apa itu arti penghormatan dan penghargaan. Umumnya para senior malah bersuka-cita dan bersemangat melayangkan pukulan ke tubuh dan wajah yunior ketimbang mendidik disiplin para yunior dengan cinta dan persahabatan. Ini memang aneh bin ajaib. Aneh tapi nyata. Kalo sekadar ngerjain yang sifatnya bikin kesel kayak di MOS masih banyak yang nggak ngerasa sebagai tindakan penghinaan. Tapi kalo udah kekerasan secara fisik, biasanya kelakuan itu dicap sebagai perbuatan yang sungguh terlalu abis! (ciee, pilihan katanya nekuk bener: "sungguh", ditambah "terlalu", eh masih juga dilengkapi "abis"!)


Oya, sebenarnya kelakuan para diktator itu bisa macam-macam lho levelnya. Ada yang ringan, biasa, dan keras. Contohnya, kalo yang ringan biasanya tipe senior ini atau orang yang berkuasa itu bisanya cuma nyuruh-nyuruh aja. Kalo levelnya sebagai diktator level biasa, bisa diukur dari gayanya yang antikritik dan mau menang sendiri serta memaksakan kehendak. Kalo diktator level yang keras bisa sampe menyingkirkan, menyiksa, menyakiti, dan bahkan membunuh lho. Idih, serem banget!




Senior antikritik, harus diingatkan


Kamu pernah ikut organisasi Rohis atau OSIS? Terus, pernah bekerjasama dengan senior yang jadi ketua organisasi tapi memiliki gaya seperti para diktator yang ditunjukkannya dengan antikritik? Kalo belum pernah, beruntunglah kamu. Tapi kalo sedang mengalaminya, juga beruntung. Lho, gimana maksudnya nih? Kok untung dua-duanya? Kayak promo sebuah operator seluler aja.


Iya, kalo belum pernah bekerjasama dengan senior yang jadi ketua OSIS model gitu, kamu emang beruntung. Sebabnya, sang senior yang jadi ketua OSIS tersebut pastilah enak diajak ngobrol, asik diajak sharing, nggak bete kalo diajak diskusi. Singkat kata, sang senior yang memegang jabatan penting itu orangnya terbuka. Bukan orang yang antikritik. Waktu MOS kemarin ada nggak senior yang antikritik? Udah tahu tuh senior ngelakuin salah tapi nggak nerima kalo dikritik yunior.


Terus, kalo pun sekarang kamu ngalami bekerjasama dengan senior yang jadi ketua OSIS tapi punya gaya kepemimpinan diktator, kamu juga tetap dianggap beruntung karena jadi ada ladang amal untuk ngingetin sang senior. Jangan diem aja. Nggak perlu takut untuk ngingetin doi. Yup, sampaikan bahwa sikap antikritik tuh nggak benar en nggak baik. Sang senior itu boleh aja jadi ketua OSIS, tapi kan bukan berarti sebagai ketua berhak memaksakan kehendak dan antikritik. Menganggap bahwa dirinya lebih benar, lebih baik, sembari mengabaikan usulan dan masukan dari yunior, bahkan menolak masukan dan kritikan dari temannya sendiri. Memang kalo dipikir-pikir bete juga punya senior yang memimpin OSIS kayak gitu. Tapi, sebagai bentuk perhatian kita, boleh dong kita berani sedikit aja untuk ngingetin doi. Iya nggak sih? Siapa tahu kepedulian kita dengan cara ngingetin doi jadi ladang amal buat kita dalam melakukan amar ma'ruf ennahi munkar. Tul nggak sih?


Emang sih, nggak mudah buat ngingetin senior model gitu. Maklumlah, dia ngerasa lebih dalam soal umur, ngerasa juga lebih soal ilmu, bisa juga lebih soal jabatan. Ya, nggak masalah sih asal kelebihan itu bisa dirasakan manfaatnya oleh para yunior atau kelebihan itu tak menjadikan sang senior arogan atau merendahkan yunior. Jangan sampe deh kejadian ada senior yang tega-teganya menyiksa yunior hanya gara-gara beda pendapat dan sang senior ogah dapetin kritik dari yunior. Ke laut aja deh, senior model gitu mah. Udah kadaluarsa en nggak perlu dibudidayakan (idih, emangnya lele dumbo dibudidayakan?). Iya, udah nggak jaman deh ada senior yang antikritik dan maksain pendapatnya ke yunior, bahkan berani menyerang secara fisik kepada yunior hanya gara-gara si yunior doyan banget ngingetin doi. Wih, parah banget, euy!




Senior jangan belagu deh!



Boys and gals, semoga saja kamu kalo kebetulan sebagai senior nggak belagu di hadapan yunior ya. Nggak asik banget. Capek abis kalo terus ngikutin persepsi bahwa senior pasti lebih keren, senior pasti oke, senior harus jaga imej di hadapan yunior. Bila perlu pasang tampang galak dan sok berwibawa dan nggak mau disandingkan dengan yunior apalagi dibanding-bandingkan kemampuannya. Wah, kalo ada senior tipe gini bisa dicap belagu tuh. Nggak benar en tentunya nggak baik punya sikap belagu bin sombong, Bro. Sumpah!


Bener banget. Jangan mentang-mentang kita lebih senior di sekolah atau di pengurusan OSIS dan Rohis, lalu kita berhak untuk mendapatkan kehormatan dan tak bisa dianggap salah di hadapan yunior. Kalo kamu punya pikiran kayak gini, pasti deh nggak bakalan maju dan berkembang. Sebab, kamu selalu melupakan orang-orang di sekitar kamu. Kamu bisa ditunjuk jadi ketua OSIS atau Rohis karena ada orang yang mau dipimpin. Lha, kalo sekarang jadi belagu, gimana urusannya tuh? Iya nggak?


Jangan belagu, apalagi sombong, Bro. Jabatan itu ada habisnya kok. Kamu yang kuat aja bakalan keropos dimakan usia. Kamu yang kini gagah bisa bakalan lemah suatu saat nanti. Jangan menganggap orang lain yang nggak punya jabatan dan statusnya masih yunior lebih rendah daripada kamu. Meskipun faktanya demikian, tetap aja kamu nggak bisa en nggak boleh nunjukkin diri bahwa kamu tuh berada di atas mereka dan nggak bisa dikritik meskipun kamu melakukan kesalahan. Itu namanya sombong, Bro. Sombong itu artinya menolak kebenaran dan mengecilkan manusia. Duh, jangan sampe deh.


Suatu hari Lukman al-Hakim menasihati anaknya: "Janganlah engkau palingkan wajahmu dari manusia dan jangan menjauhkan diri dari mereka. Janganlah engkau memandang manusia dengan remeh dan hina. Janganlah engkau bergaul dengan orang-orang yang hasad, dengki, dan sombong. Hiduplah engkau bersama manusia dan untuk manusia. Dengarlah dengan teliti jika manusia berbicara dan bergaul denganmu. Tunjukkanlah kepada mereka wajah manis, riang, dan gembira. Senantiasa kamu melemparkan senyum kepada mereka. Jika engkau selalu bersama mereka, mereka akan mencintaimu. Senyum selalu, dan berlemah lembutlah kepada mereka. Jika engkau merendah diri terhadap mereka, mereka akan memuliakan kamu. Ketahuilah wahai anakku, bahwa orang sombong itu tak ubahnya seperti seorang yang berdiri di puncak bukit. Apabila dia melihat ke bawah, semua manusia kelihatan kecil, sedangkan dia sendiri nampak kecil di mata semua manusia lainnya." [Mutiara Nasihat Lukman al-Hakim, karya Dr. Fathullah al-Hafnawi]




Karena kita manusia, Bro!


Sobat muda muslim, sebagai manusia biasa tentunya kita membutuhkan masukan dan mungkin saja kritikan dari orang lain. Sebab, orang lain itu ibarat cermin. Jangan sampe kita yang berkelakuan jelek dan diingatkan oleh orang lain yang melihat diri kita, lalu kita malah memarahi orang tersebut. Padahal, yang jelas salah adalah kita. Kalo kita begitu rupa, artinya kita nggak mengakui kesalahan kita dan sekaligus kita menyangkal bahwa kita tuh manusia yang memang butuh bantuan dari manusia lainnya karena kelemahan dan keterbatasan kita sebagai manusia. Tul nggak sih?


Inilah kita saat ini. Meski kita sekarang tampak kuat, bisa berpikir dengan cepat, melahirkan berbagai karya adiluhung, semuanya itu tetap tak lepas dari peran Allah Swt. Jadi, kayaknya kita perlu nyadar deh bahwa kalo aja Allah mematikan kita, nggak ada seorang pun bisa mencegahnya. Teknologi paling canggih yang telah berhasil diciptakan oleh manusia, ternyata belum tercipta (dan nggak mungkin ada) teknologi untuk memperlambat datangnya ajal. Betul ndak? Inilah, karena memang kita adalah manusia. Bahkan Radja dengan manisnya berdendang, "Aku hanyalah manusia biasa, yang tak pernah lepas dari khilaf."


Dalam hidup ini kita selalu membutuhkan orang lain di sekitar kita. Sekecil apapun kontribusi mereka, adalah sebuah anugerah yang sangat bernilai bagi hidup kita. Bayangkan jika di dunia ini kita hidup masing-masing tanpa mengenal aturan bermasyarakat. Masing-masing individunya cuek semua. Kayaknya seperti tinggal di kota mati deh (atau malah di hutan sendirian?). Mengerikan bukan?


Beruntung sebagai seorang muslim, kita diajarkan oleh Allah Swt. dan RasulNya untuk senantiasa saling mengingatkan dengan saudara yang lain. Firman Allah Swt.(yang artinya):



وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإِْنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ



"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar (berada) dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS al-'Ashr [103]: 1-3)


Yuk ah, nggak ada ruginya senior bergandengan tangan dengan yunior. Jangan jaim demi mementingkan wibawa. Apalagi ngerasa sok benar sendiri dan meremehkan yunior. So, jangan sampe kamu jadi senior yang memiliki gaya seperti diktator. Nggak benar en nggak baik di mata manusia, apalagi di hadapan Allah Swt. Nggak asik banget gitu lho. Sumpah! [solihin: osolihin@gaulislam.com]

salam #040


Assalaamu'alaikum wr. wb.


Sobat, terima kasih atas kepercayaan kamu tetap "mengkonsumsi" gaulislam meskipun banyak "ocehan" tak bermutu hendak mencitra-burukkan buletin kesayangan kamu ini. Jangan mudah percaya infromasi murahan dan nggak berdasar fakta. Kita harus cerdas. Kuatkan kecerdasan kita dengan iman Sempurnakan kecerdasan dan iman dengan keberanian. Keberanian untuk mencari kebenaran dan mengharap ridho Allah Swt.



Boys and gals, alhamdulillah siaran perdana program [klinik] gaulislam di Radio KISI 93.4 FM Bogor berhasil sesuai rencana pada 23 Juli 2008. Bahkan untuk ukuran siaran perdana, program ini termasuk sukses mengundang pendengar meski diadakan abis shubuh. Buktinya, kiriman SMS bejibun, yang nelpon juga ngantri. Subhanallah, alhamdulillah, semoga acara ini terus berkembang dan menjadi ikon siaran pagi tentang remaja yang dijadikan rujukan oleh remaja muslim, setidaknya di Kota Bogor. Syukur banget kalo sampe ada di luar Bogor juga karena siaran ini pun bisa disimak via streaming di website www.kisifm.com.


Insya Allah, kita akan senantiasa memberikan manfaat lebih buat kamu semua, remaja muslim generasi penerus perjuangan dakwah Islam. Remaja yang hatinya diisi dengan kerinduan kepada kebenaran Islam, remaja yang pikirannya dilimpahi dengan ideologi Islam yang shahih, remaja yang gerak langkahnya senantiasa ingin mendapat ridho Allah Swt. Keep istiqamah en semangat!



Salam,


Redaksi

animo #040

Assalamu'alaikum. Buletin dkwh yg sgt mengglobal,dmn2 kjumpa drimu tp syg bgt ane g bs mliki drimu u/ skg krn bLm dpt kriman artikelX,he..tLG krimn artikelX y..sLm bwt tmn2 proling Jatim,SMGT!!ISLAM IS NEVER DIE!!sLm revolusi dr kampus pergerakan STEI HAMFARA.



Azzam, Yogyakarta [xxxxx_moslem1924@plasa.com]




'alaikumussalam Azzam. Salam revolusi dan perjuangan Islam. Jngn berhenti di tengah jalan dakwah! Semangat!



Ass. Wr.Wb. Wuih, edisi 038 ttg Remaja Dikepung 'Hantu' dan edisi 039 ttg MOS asik abizzz euy. Keren pisan. Saya belum dapetin pembahasan semenarik dan seenak gaulislam. Hebat euy bisa ngemas tulisan berat jadi ringan. Salut buat GI! Aku slalu membacamu!



Isnainy, Bandung [sikasepxxxxx@yahoo.co.uk]




Wswrwb Isnainy. Waduh, makasih banyak ya. Kamu juga oke banget karena berani baca GI. Hehe.. enjoy aja lagi!



Assalaamu'alaikum. Sdh 039 edisi aku baca GI tnpa absen krn dirimu pun terus terbit setiap pekan di website-mu. Aku kumpulkan dirimu di komputerku. Kubaca lagi. Nggak bosen2. Malah banyak inspirasi kudapatkan. Ilmu dan wawasan yang GI berikan sangat bagus. Makasih.



Lidya, Banjarmasin [xxxxxadilah@telkom.net]




'alaikumussalam Lidya. Terima kasih atas kebersamaanmu selama ini bareng GI ya. Hidup Islam!



Ass. Wrwb. GI makin keren deh! Makin asooy! Bravo!



Indah Sri, Cilegon [+6287880609xxx]




'alaikumussalam Indah. Terima kasih ya. Kamu jga keren!

Jumat, 24 Oktober 2008

MOS Tanpa Plonco? Bisa Kok!

gaulislamedisi 039/tahun I (18 Rajab 1429 H/21 Juli 2008)



Tahun ajaran baru gini, biasanya musim apaan sih? Yup, pasti musim MOS alias Masa Orientasi Siswa. Hari-hari perdana para pelajar memasuki sebuah lingkungan sekolah baru (SMP dan SMA) diharuskan mengikuti program MOS yang biasanya di-handle ama kakak kelasnya. Berbagai peraturan pun diterapkan, mulai dari membawa tas dari karung beras atau kantung kresek ukuran jumbo, rambut dikucir sejumlah tanggal lahir (bagi cewek) dengan pita warna-warni, pakai sabuk dari tali plastik, sampai kertas dikalungkan bertuliskan nama-nama aneh yang harus diikat di leher sampai kegiatan MOS selesai. Itu adalah sebagian gambaran umum MOS yang berlaku di sekolah-sekolah, termasuk di kampus-kampus perguruan tinggi dengan nama OSPEK. Malah, sangat boleh jadi lebih keras dan lebih sadis, gitu lho. Gawat!




Jaman dulu lebih "error"


Dulu, kegiatan MOS ini dibungkus oleh kegiatan wajib yang bernama Penataran P4 yang booming banget di masa orde baru. Di dalam kelas para siswa dan mahasiswa dicekokin tentang Pancasila, di luar ruangan mereka dikerjain para senior, dari perlakuan biasa sampe yang membahayakan nyawa. Gimana nggak, kalo ternyata para yunior ini ada yang menemui ajal karena dikerjain senior untuk meminum air aki (beeuh, error abis tuh!). Hal ini beneran terjadi di era tahun 80-an. Yup, kalo sekadar bonyok-bonyok karena dipukuli senior, itu hal yang lumrah banget.


salam #039


Assalaamu'alaikum wr. wb.


Alhamdulillah, kita bisa kembali menjumpai kamu semua. Bagi kamu yang baru masuk ke sekolah baru, terus ternyata bisa ketemuan sama buletin gaulislam, salam kenal dari kita semua ya. Semoga keberadaan kamu di sekolahmu yang baru makin seru dengan adanya gaulislam setiap pekannya. Tetap semangat sobat, menapaki hari-hari barumu di sekolah baru! Salam dan sukses selalu buat kamu semua dari seluruh kru gaulislam.



Boys and gals, insya Allah kini kamu bisa langsung berinteraksi dengan kru gaulislam yang biasanya cuma kamu baca tulisannya aja di buletin. Sebabnya apa? Alhamdulillah gaulislam berhasil menjalin kerjasama dengan Media Islam Net dan Radio KISI 93,4 FM Bogor. Nah, bentuk kerjasamanya adalah kita akan "ON AIR" saban hari Rabu, insya Allah mulai 23 Juli 2008, untuk bahas semua masalah remaja yang dimuat pada buletin gaulislam setiap pekannya. Seru nggak sih? So, buat kamu yang ngendon di Bogor, jagain aja waktu manggung kita setiap hari Rabu mulai jam 5 pagi! Nah, buat yang tinggal di luar Bogor (bahkan di luar negeri), atau yang nggak bisa menjangkau siaran radionya secara langsung, kamu bisa nyambung ke internet dan dengerin streaming-nya di www.kisifm.com. Wah, keren banget kan?


Semoga apa yang kita upayakan ini bisa bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin dan syiar Islam segera tersebar luas di seluruh negeri ini, bahkan di seluruh dunia. Bersama Islam, kita maju bersama. Tetap semangat!



Salam,


Redaksi

animo #039

Assalamu'alaikum. GI yg gaul brwwsn Islam aq pny usul gmn klo GI dibkin mjlah aja spy lbh mdh ddpt n dcri. Lg pula kl brupa lmbran2 tktny hlng, kan kl mjalah enk trz pmbhsan mslhnya bs lbh pnjng, jls, n trungkap. Mkasi ya.



Selly, Tambun [+628567050xxx]




'alaikumussalam Selly. GI jd mjlh? Wuih, kyknya keren jg ya? But, utk smntra, nikmatin aja buletinnya ya. Mksh.



Ass. Wr.Wb. Aduh GI, maaf ya, aQ dLu buenci buangt ma GI, hbis GI tegas+kras pd kmungkran. Tp stLh Q mndpt hdyh, Q jtuh cnta. istiQmah ya :-)



y0fenda, Smasa, Probolinggo [+6285746048xxx]




Wswrwb y0fenda. Alhamdulillah. Trnyata GI yg tadinya dibenci 1/2 mati, kini GI dicinta spenuh hati. Mksh ya.



Assalaamu'alaikum. Subhanallah! GI 2 thumbs 4 you! Ngalah2hin sambal! Tiap bc, emg pnas krn tmanya sllu hot! Tp trnyata ktagihan ingin bc lg! GI kibarkn trs namamu hngga seantero nsantara! Kmi siap tuk jd bagian org2 yg mnebar kbaikan dmi prsatuan umt. Bwt tmn2 bc trs GI-nya ya! Skali eds aja ktinggalan bak khilangan emas permata. Pokoknya rugi klo ktinggalan! Hai pr pemuda gnerasi ms dpan, trs smgt & ttplah berjuang!



Nazreen, Probolinggo [+628980459xxx]




'alaikumussalam Nazreen. Waduh, pnjang bnget SMS-mu rek! BTW, mksh ya atas smua apresiasimu. Semangat!



Ass. Wrwb. GI, cuma dua kata buat kamu: LUAR BIASA!



Ira, Jakarta [+6285690752xxx]




'alaikumussalam Ira. Wow, alhamdulillah. Makasih ya!